Ini yang Dilakukan Dinas Pertanian Lebak untuk Capai Target IP 2024 Naik Tiga Kali Tanam

Selasa, 14 Mei 2024, 05:12 WIB

Rangkasbitung - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Banten menargetkan Indeks Pertanaman (IP) 2024 naik tiga kali tanam untuk menggenjot produksi pangan dari sebelumnya dua kali angka tanam per tahun.

"Kita meyakini target IP tiga kali tanam bisa terealisasi dengan dioptimalkan sarana infrastruktur jaringan irigasi dana bantuan pompanisasi," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Rangkasbitung, Lebak, Senin.

Ket. Foto: Petani Kabupaten Lebak tengah melaksanakan gerakan percepatan tanam karena terpenuhi pasokan air dari penyedotan sumber air permukaan Sungai Ciujung melalui bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian. — Sumber: ANTARA/Mansur

Naiknya IP tiga kali angka tanam tersebut untuk menggenjot produksi dan produktivitas pangan dengan mengoptimalkan jaringan infrastruktur irigasi dan bantuan pompanisasi.

Selama ini, petani Kabupaten Lebak baru merealisasikan IPdua kali tanam per tahun akibat tidak maksimalnya jaringan irigasi juga pompanisasi.

Dengan demikian, adanya pengoptimalisasian irigasi dan bantuan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan IP hingga tiga kali tanam per tahun.

"Jika IP itu terealisasi tiga kali tanam maka ke depan ditargetkan bisa naik menjadi empat kali tanam per tahun,"kata Deni.

Menurut dia, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah fokus untuk mendongkrak produksi pangan dengan pengoptimalan infrastruktur jaringan irigasi dan pompanisasi agar petani bisa naik IP tanam dari semula dua kali tanam menjadi tiga kali tanam hingga mampu empat kali tanam per tahun.

Apabila, terealisasi IP sebanyak empat kali tanam per tahun dipastikan Indonesia tidak mengimpor beras lagi dari luar negeri.

Kementan kini membantu perbaikan sarana infrastruktur irigasi dan pompanisasi untuk memenuhi ketersediaan pangan.

Bahkan, petani di Kabupaten Lebak kini mulai melakukan gerakan percepatan angka tanam dengan adanya bantuan pompanisasi dari Kementan itu.

"Kita menerima bantuan pompanisasi dari Kementan sekitar 260 unit berbagai kapasitas inchi untuk mendukung IP tiga kali tanam,"katanya menjelaskan.

Menurut dia, jumlah areal persawahan di Kabupaten Lebak seluas 51.297 hektare dan jika IP tiga kali tanam sehingga bisa mencapai 153.891 hektare per tahun.

Dari angka tanam 153.891 hektare bisa menghasilkan produksi beras di atas 1000 ton dan bisa menyumbangkan ketersediaan pangan untuk daerah lain.

"Kami berharap Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten Lebak dapat mengoptimalkan bantuan infrastruktur irigasi dan pompanisasi untuk mendukung IP empat kali tanam per tahun,"kata alumni Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sukabungah di Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan pihaknya kini melaksanakan gerakan percepatan tanam sehingga ketersediaan pasokan air melimpah setelah menerima bantuan pompanisasi dari Kementan sebanyak satu unit dengan kapasitas 6 inci dan bisa mengaliri persawahan seluas 50 hektare.

Bantuan pompa itu digunakan untuk menyedot sumber air permukaan Sungai Ciujung, karena tidak memiliki jaringan irigasi teknis.

"Kami bersama petani di sini sudah tidak ketakutan lagi jika terjadi musim kemarau, karena ada pompa bantuan itu," kata Ruhiana.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.