Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Gunungkidul Intensifkan Pengawasan Hewan Ternak

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Gunungkidul Intensifkan Pengawasan Hewan Ternak Doc: ANTARA/HO-Dokumen DPKH Gunungkidul
Ket. Petugas melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan ternak di pasar hewan di Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan pengawasan dan pengecekan hewan ternak sebelum Hari Raya Idul Adha untuk memastikan kesehatan hewan bebas penyakit menular.

Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari di Gunungkidul, Minggu (12/5), mengatakan pengawasan dan pengecekan hewan ternak dilaksanakan di pasar-pasar hewan, penampungan hewan ternak termasuk ternak milik warga.

"Kami melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak melalui petugas di puskeswan secara berkala. Menjelang Idul Adha nanti lebih diintensifkan," katanya.

Ia mengatakan saat ini, DPKH juga bekerjasama dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) atau Program Kemitraan Australia Indonesia untuk ketahanan kesehatan juga akan mengintensifkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) utamanya di wilayah yang pernah muncul kasus antraks seperti di Kalurahan Candirejo dan Serut.

"Sosialisasi tentang bagaimana hewan ternak tetap sehat dan bagaimana prosedur bila terdapat hewan sakit juga juga diberikan kepada masyarakat peternak," katanya.

Selain itu, lanjut Wibawanti, DPKH telah membentuk kader kesehatan hewan di puskeswan dengan melibatkan peternak. Melalui program Gerdu Kita atau Gerakan Peduli Penyakit antraks dan lainnya, DPKH masih menempatkan KIE sebagai tindakan utama yang perlu diambil.

"Takmir masjid juga kami latih agar melakukan penyembelihan dengan benar sesuai kesehatan dan syariat. Mereka kami sarankan perlu mencari sapi yang sehat," katanya.

Wibawanti mengatakan DPKH juga monitoring pemotongan hewan kurban dengan melibatkan mahasiswa KOAS satu atau dua hari sebelum penyembelihan. Apabila hewan kurban kedapatan sakit, maka DPKH akan menyarankan untuk mengganti dengan hewan lain yang sehat.

Kemudian, ternak akan dijual di luar daerah, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) menjadi salah satu syaratnya.

"Ternak yang divaksin boleh dipotong dan dijual tapi perlu jeda satu-dua bulan. Vaksin sendiri dilakukan enam bulan sekali selama 10 tahun untuk ternak di titik yang pernah terjadi kasus antraks," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul Ris Heryani mengatakan pihaknya tidak secara khusus memantau kualitas daging menjelang Idul Adha.

"Setiap hari, kami sudah memantau harga daging sekaligus melihat kondisi pasar," kata Ris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.