Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

50 Hektare Lahan Pertanian di Agam Rusak akibat Terjangan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi

📅 Minggu, 12 Mei 2024, 14:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
50 Hektare Lahan Pertanian di Agam Rusak akibat Terjangan Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Doc: antarafoto
Ket. Terjangan banjir lahar dingin.

SUMATERA BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat melaporkan seluas 50 hektare lahan pertanian mengalami rusak akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sabtu (11/4) sekitar pukul 21.15 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Agam Budi Perwira Negara di Lubuk Basung, Minggu (12/5), mengatakan seluas 50 hektare lahan pertanian yang rusak berupa sawah, cabai dan lainnya berada di Kecamatan Candung.

"Ini berdasarkan data sementara yang kami peroleh dari pemerintah kecamatan dan pendataan masih berlanjut, termasuk kerugian," katanya.

Ia mengatakan, banjir lahar dingin akibat curah hujan cukup tinggi melanda empat kecamatan sekitar Gunung Marapi, yakni Ampek Koto, Canduang, ????Sungai Pua dan Ampek Angkek. ?????

Di Kecamatan Ampek Koto material banjir mengenangi ruas jalan di Nagari Koto Tuo. Banjir juga menggenangi rumah warga dan tempat usaha sebanyak 20 unit, SD N 03 Koto Tuo, kantor BMT, Polindes Galudua, Masjid Al Ikhsan Galudua, Surau Angku Aluma. "Warga mengungsi sebanyak 60 jiwa ke SMPN 1 Koto Tuo dan tiga warga luka-luka," katanya.

Selanjutnya, di Kecamatan Canduang mengakibatkan 90 unit rumah terendam banjir di Nagari Bukik Batabuah, satu mushala rusak, jembatan hanyut satu, jembatan di Lasi hanyut dan satu rumah ditimbun lumpur.

Lalu di Kecamatan Sungai Pua material banjir menggenangi jalan dan rumah warga. Untuk korban sementara 10 jiwa, empat orang sudah dibawa ke rumah sakit, tiga orang meninggal dan satu orang kondisi belum ada informasi.

Satu masjid rusak ringan, satu TK rusak ringan, rumah rusak berat 10 unit dan rusak ringan 15 unit.

Kemudian, di Kecamatan Ampek Angkek tepatnya di Nagari Batu Taba, Ampang Gadang, Balai Gurah, Biaro Gadang dan Lambah.

Akibatnya 18 unit rumah rusak, kerbau mati empat ekor, kambing dua ekor, warga terdampak 70 jiwa dan satu orang meninggal dunia. "Warga yang diungsikan sebanyak 25 kepala keluarga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.