Antisipasi Kekeringan, Masyarakat Diimbau Panen Air Hujan dengan Membuat Tandon dan Sumur Resapan

Rabu, 08 Mei 2024, 00:16 WIB

Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat di provinsi ini berinisiatif memanen air hujan dengan membuat tandon maupun sumur resapan guna mengantisipasi bencana kekeringan saat musim kemarau.

"Kami mengimbau untuk memanen air hujan agar pada saat kemarau tidak terjadi kekeringan dan pada saat hujan tidak terjadi banjir," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Lilik, saat ini masyarakat masih memiliki peluang memanen air hujan dengan membuat biopori atau sumur resapan karena fase musim kemarau di DIY masih belum merata.

Selain itu, kata dia, peluang memanen air hujan masih ada mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan bersifat basah.

"Dengan membuat resapan, selain untuk kebutuhan di tempat kita sendiri, juga bisa sedekah air untuk tetangga kiri-kanan," ujar dia.

Berdasarkan prakiraan BMKG Yogyakarta, musim kemarau di DIY bakal dimulai pada dasarian pertama Mei 2024 dan puncaknya akan terjadi pada Juli 2024. "Sekarang masih ada kesempatan memanen air hujan, meskipun peluangnya sudah minim," kata dia.

Berpijak pengalaman musim kemarau pada 2023, menurut dia, Kabupaten Gunungkidul paling terdampak kekeringan sehingga kala itu pembuatan tandon air digencarkan warga, khususnya di Gunungkidul wilayah selatan.

Dari 18 kecamatan di kabupaten itu, 16 di antaranya membutuhkan dropping air bersih karena mengalami kekeringan.

"Di wilayah Gunungkidul bagian selatan sudah membuat tampungan-tampungan air hujan. Namun, setelah adanya PDAM masuk menjadi berkurang," kata dia.

Selain Gunungkidul, Lilik berharap Kota Yogyakarta dan tiga kabupaten lain di DIY turut menggencarkan gerakan memanen air hujan dengan membuat sumur resapan untuk persediaan air di dalam tanah.

Menurut dia, lima kabupaten/kota di DIY telah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi kekeringan selama kemarau.

"Dari kabupaten-kabupaten kemarin memang mereka menganggarkan cuma besarannya berapa kami belum mendapat informasi," kata dia.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan awal musim kemarau di DIY diprakirakan pada Mei 2024 dasarian (10 hari) pertama dan Mei dasarian ketiga.

Meski demikian, menurut dia, pada umumnya atau sebagian besar DIY memasuki awal musim kemarau pada Mei dasarian pertama atau awal Mei dan puncaknya pada Juli 2024.

"Hanya sebagian kecil DIY yang memulai kemarau pada dasarian ketiga, yakni Kulon Progo utara, Sleman utara, serta Gunungkidul selatan dan timur," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.