Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Ambil Kebijakan Tim Infanteri Jadi Opsi Terakhir untuk Kirim Bantuan Korban Banjir di Luwu

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Ambil Kebijakan Tim Infanteri Jadi Opsi Terakhir untuk Kirim Bantuan Korban Banjir di Luwu Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual terkait penanganan darurat dampak banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang diikuti di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Jakarta - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan pengerahan tim infanteri dari angkatan darat ataupun kepolisian menjadi opsi terakhir untuk mengirimkan bantuan logistik bagi korban bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa saat ini pihaknya bersama dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri beserta unsur lainnya sedang memetakan bagaimana cara terbaik untuk bisa menyalurkan bantuan logistik untuk para korban.

"Tim pengangkutan individu itu masuk sebagai opsi bila memang kondisi cuaca dan medan di lokasi bencana yang benar-benar tidak memungkinkan dilewati sekalipun menggunakan helikopter," kata dia.

Hal demikian dikarenakan sebagian besar wilayah terdampak bencana di Luwu masih terisolir setelah akses jalan dan jembatan penghubung rusak diterjang banjir dan longsor.

Pihaknya mendapat laporan kawasan terdampak bencana yang masih terisolasi itu di antaranya seperti Dusun Larewa, Desa Kalili (Suli Barat) dan Desa Tibbusan (Latimojong).

Ditambah lagi, lanjutnya, potensi hujan intensitas sedang - lebat diprakirakan masih akan mengguyur Kabupaten Luwu dan sekitarnya dalam sepekan ke depan sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi upaya penanganan dampak bencana itu.

"Tapi apapun yang memang dibutuhkan maka akan dipertimbangkan dan segera dilaksanakan karena keselamatan masyarakat adalah yang utama," ujarnya.

Sebelumnya, Pusdalops BNPB mencatat ada 54 desa yang berada dalam 12 kecamatan di Luwu yang dilanda banjir disertai tanah longsor pada Jumat (3/5) dini hari.

Masing-masing Kecamatan Latimojong, Suli, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa dan Kecamatan Belopa Utara.

Setidaknya hingga Minggu (5/5) ada sebanyak 3.479 keluarga korban bencana dari setiap wilayah tersebut yang notabene sangat membutuhkan bantuan logistik.

Bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan seberat satu ton ke Desa Pajang, Latimojong, Luwu, menjadi bantuan pertama yang berhasil disalurkan menggunakan Helikopter Carakal H-225M milik TNI Angkatan Udara sejak bencana terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Memalukan, PSIM Digunduli P...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.