Bank Dunia: Mengubah Praktik Pertanian Dapat Mengurangi Hampir Sepertiga Emisi Global

Selasa, 07 Mei 2024, 09:52 WIB

WASHINGTON - Mengubah cara produksi pangan di seluruh dunia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan pada akhir dekade ini, kata Bank Dunia pada Senin (6/5).

Industri pangan pertanian bertanggung jawab atas hampir sepertiga emisi gas rumah kaca di seluruh dunia, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Produksi pertanian merupakan penghasil karbon dioksida utama dalam sistem pangan global. — Sumber: medium.com

Dua pertiga dari emisi ini berasal dari negara-negara berpendapatan menengah yang menempati tujuh dari 10 peringkat teratas penghasil emisi gas rumah kaca di seluruh dunia, termasuk tiga peringkat teratas: Tiongkok, Brazil, dan India.

"Untuk melindungi planet kita, kita perlu mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi makanan," kata direktur pelaksana senior Bank Dunia, Axel van Trotsenburg, sebelum laporan tersebut.

Laporan Bank Dunia mengatakan sektor pertanian pangan mempunyai peluang besar untuk mengurangi hampir sepertiga emisi global melalui "tindakan yang terjangkau dan tersedia," dan mendesak negara-negara untuk menginvestasikan lebih banyak uang dalam mengatasi masalah ini.

Laporan tersebut mengatakan negara-negara berpendapatan menengah harus melakukan sejumlah perubahan, termasuk beralih ke praktik peternakan rendah emisi dan memanfaatkan lahan secara lebih berkelanjutan.

"Hanya mengubah cara negara-negara berpendapatan menengah menggunakan lahan, seperti hutan dan ekosistem, untuk produksi pangan dapat mengurangi sepertiga emisi pangan pertanian pada tahun 2030," kata van Trotsenburg dalam pernyataan lainnya.

Untuk membantu peralihan ke metode yang menghasilkan emisi lebih rendah, negara-negara harus mempertimbangkan untuk memotong sebagian subsidi pertanian mereka yang boros, menurut laporan Bank Dunia.

Negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Amerika Serikat (penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat di dunia) harus berbuat lebih banyak untuk memberikan bantuan teknis, serta "mengalihkan subsidi dari sumber makanan yang menghasilkan emisi tinggi," kata laporan itu.

Sementara itu, negara-negara berpendapatan rendah harus berupaya "menghindari pembangunan infrastruktur beremisi tinggi yang kini harus digantikan oleh negara-negara berpendapatan tinggi," tambahnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.