Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang-Filipina Sepakat Menuju Pakta Keamanan

📅 Senin, 06 Mei 2024, 02:40 WIB | Oleh:
Jepang-Filipina Sepakat Menuju Pakta Keamanan Doc: media.defense.gov
Ket. Pertemuan Menhan l (Dari kiri) Menhan AS, Lloyd Austin, berfoto bersama dengan Menhan Australia, Richard Marles, Menhan Jepang, Minoru Kihara, dan Menhan Filipina, Gilberto Teodoro, usai melakukan pertemuan di Hawaii, akhir pekan lalu. Pada pertemuan ini, Menhan Jepang dan Menhan Filipina sepakat untuk bekerja sama menuju penandatanganan lebih awal pakta keamanan.

TOKYO - Menteri Pertahanan Jepang dan Filipina telah sepakat untuk bekerja sama menuju penandatanganan lebih awal pakta yang akan memfasilitasi latihan bersama antara Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang dan militer Filipina.

Kesempatan itu tercapai saat Menteri Pertahanan Jepang, Minoru Kihara, bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, di Hawaii pada Jumat (3/5) lalu.

Pada pertemuan itu, kedua menhan dari Jepang dan Filipina membahas perkembangan situasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS), seiring dengan peningkatan aktivitas Tiongkok. Mereka juga menegaskan kembali pentingnya mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Hubungan Tiongkok dan Filipina saat ini menghadapi tantangan karena konfrontasi yang melibatkan kapal-kapal penjaga pantai kedua negara di LTS yang disengketakan. Selain itu Kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok juga sering mendekati pulau-pulau yang disengketakan di dekat Taiwan di Laut Tiongkok Timur (LTT) yang dikuasai oleh Jepang.

"Perjanjian Akses Timbal Balik dirancang untuk mengatur perincian latihan bersama, seperti penanganan senjata dan amunisi," lapor kantor beritaNHKpada Sabtu (4/5).

Tingkatkan Kerjasama

Tokyo dan Manila telah meningkatkan kerja sama keamanan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan menandatangani kesepakatan bagi Jepang untuk mengekspor radar pengawas ke Filipina.

"Para menhan pada pertemuan itu juga sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama dan pertukaran di berbagai bidang," ungkap Menhan Kihara saat berbicara kepada wartawan setelah menyelesaikan serangkaian pertemuan di Hawaii, termasuk dengan menhan Teodoro dan Menhan Amerika Serikat, Lloyd Austin, serta Menhan Australia, Richard Marles.

Menhan Kihara meyakini membangun dan memperluas jaringan berlapis di antara sekutu dan negara-negara yang berpandangan sama akan membantu meningkatkan kemampuan daya penggentar dan respons. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.