Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Siap Hadapi Skenario Terburuk untuk Mengantisipasi Kebijakan 'Hawkish' The Fed

📅 Senin, 06 Mei 2024, 23:04 WIB | Oleh:
BI Siap Hadapi Skenario Terburuk untuk Mengantisipasi Kebijakan 'Hawkish' The Fed Doc: Istimewa
Ket. Bank Indonesia secara tidak terduga menaikkan suku bunga pada bulan lalu, yang menurut mereka merupakan langkah pencegahan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam targetnya.

JAKARTA - Bank Indonesia pada Senin (6/5), mengaku "siap menghadapi kemungkinan terburuk" dan akan memberikan lebih banyak dukungan untuk rupiah jika diperlukan, terkait potensi kebijakan suku bunga ketat Federal Reserve, Amerika Serikat.

Dikutip dari Financial Times, Direktur Eksekutif Departemen Moneter BI, Edi Susianto, mengatakan, bank siap melakukan intervensi di pasar mata uang, seperti yang terjadi bulan lalu ketika rupiah mencapai titik terendah dalam beberapa tahun. "Tetapi tidak hanya mengandalkan intervensi," ujarnys.

Hal itu diungkapkan Susianto ketika perekonomian Asia bersiap menghadapi gejolak mata uang menyusul sinyal The Fed bulan ini bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga secara tak terduga pada akhir bulan lalu dan memperingatkan akan memburuknya risiko global, dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga merupakan langkah pencegahan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam targetnya.

"Indonesia menghadapi tantangan yang luar biasa dari faktor global dan domestik," kata Susianto dalam sebuah wawancara.

"Kami yakin bahwa kami siap menghadapi situasi terburuk dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah," katanya.

Negara-negara di seluruh dunia berusaha melindungi mata uang mereka dari penguatan dolar di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan menunda pemotongan suku bunga sementara inflasi tetap berada di atas target 2 persen.

Menurut Susianto, Bank Indonesia pada bulan April mengambil tindakan di pasar spot, non-deliverable forward dan obligasi dalam "intervensi rangkap tiga" untuk mendukung rupiah. Pemerintah juga meminta badan usaha milik negara membatasi pembelian dolar AS.

Jepang dan Vietnam juga telah melakukan intervensi untuk mendukung mata uang mereka, sementara bank sentral Malaysia dan Korea Selatan menyatakan siap melakukan hal tersebut.

Dia menambahkan, akibat peningkatan tekanan yang lebih luas dari penguatan dolar, Indonesia juga mengalami siklus repatriasi dividen.

"Repatriasi yang dilakukan perusahaan asing, yang semakin meningkatkan permintaan dolar, diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Mei, setelah itu rupiah akan menjadi lebih terkendali," ujar Susianto.

"Sejak kenaikan suku bunga bulan lalu, Indonesia telah mencatat arus masuk asing bersih ke obligasi pemerintah dan tagihan bank sentral," kata Susianto.

Secara terpisah, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat bahwa pihaknya akan melelang surat berharga rupiah dua kali seminggu mulai minggu ini untuk menarik lebih banyak arus masuk meningkat dari sebelumnya sekali seminggu.

Susianto mengatakan, bank mendorong perusahaan untuk menggunakan instrumen lindung nilai dan mengupayakan pendalaman pasar sehingga kebutuhan akan intervensi bank sentral berkurang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.