- Home
-
- Luar Negeri
-
- UNESCO: Kekerasan terhadap...
UNESCO: Kekerasan terhadap Jurnalis Lingkungan Meningkat
Sabtu, 04 Mei 2024, 00:02 WIBSANTIAGO - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atauUnited Nations Educational, Scientific and Cultural Organization(UNESCO) pada hari Kamis (2/5), mengatakan, jurnalis yang melaporkan isu-isu lingkungan hidup menghadapi peningkatan kekerasan di seluruh dunia baik dari pihak negara maupun swasta, menyoroti 44 jurnalis telah dibunuh antara tahun 2009 dan 2023.
Lebih dari 70 persen dari 905 jurnalis yang disurvei oleh lembaga ini di 129 negara mengatakan mereka telah diserang, diancam atau ditekan, dan kekerasan terhadap mereka semakin memburuk, dengan 305 serangan dilaporkan dalam lima tahun terakhir saja.
Dikutip dariThe Straits Times, UNESCO dalam laporannya mencantumkan serangan fisik seperti cedera, penangkapan dan pelecehan, serta tindakan hukum, termasuk tuntutan hukum pencemaran nama baik dan proses pidana, dan masih banyak lagi.
Setidaknya 749 jurnalis, kelompok jurnalis, dan media telah diserang di 89 negara di seluruh wilayah, kata laporan tersebut, dengan aktor negara bertanggung jawab atas setidaknya setengahnya dan sektor swasta setidaknya seperempatnya.
"Aktor negara polisi, pasukan militer, pejabat dan pegawai pemerintah, otoritas lokal - bertanggung jawab atas sebagian besar serangan yang informasi pelakunya tersedia," kata laporan itu.
Para jurnalis ini meliput berbagai topik, termasuk protes, konflik pertambangan dan pertanahan, penebangan dan penggundulan hutan, peristiwa cuaca ekstrem, polusi dan kerusakan lingkungan, serta industri bahan bakar fosil.
"Laki-laki lebih sering diserang secara umum dan perempuan lebih sering diserang secara digital," kata laporan itu.
Dari 44 jurnalis yang dibunuh di 15 negara saat meliput isu lingkungan hidup, laporan tersebut mengatakan hanya lima kasus yang menghasilkan hukuman. Pelaku masih belum teridentifikasi dalam 19 dari 44 pembunuhan. Setidaknya 24 jurnalis selamat dari upaya pembunuhan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BPBD: Warga Kota Tangerang Diimbau Waspadai Perubahan Cuaca
-
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia
-
Janeng Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, KWT Luthu Lamweu Ubah Jadi Produk Bernilai
-
PT Pertamina Bersama DPRD Babel Tinjau Stok Biosolar di SPBU Nibung
-
Riset ITB Ungkap 26.839 Orang Tewas di Jalan pada 2024, ABS Dinilai Bisa Tekan Kematian
-
Urai Mobilitas Masyarakat, Pemerintah Harus Siapkan Transportasi Alternatif
-
Misteri Jurnalis Hilang Belum Terjawab, Polri Dampingi Keluarga yang Menanti Kabar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.