• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kemenkominfo Gunakan 'SMS ...

Kemenkominfo Gunakan 'SMS Blast' Jadi Sarana Info Erupsi Gunung Ruang

Jumat, 03 Mei 2024, 23:33 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggunakan layanan SMS Blastbekerja sama dengan para operator seluler sebagai sarana informasi kebencanaan kepada masyarakat di sekitar yang terdampak Erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).

Direktur Jenderal Pengendalian Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemenkominfo Wayan Toni Supriyanto mengatakan sumber informasi yang digunakan Kementerian Kominfo dalam SMS Blast itu mengacu pada hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Informasi kebencanaan khusus terkait dengan Gunung Ruang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM. Kementerian Kominfo sudah bekerja sama dengan PVMBG dan Kominfo akan mengirimkanSMS blastke daerah terdampak di daerah Gunung Ruang berdasarkan info dari PVMBG," kata Wayan kepada ANTARA, Jumat.

SMS Blastitu menjadi salah satu bentukearly warning systemkepada masyarakat yang memiliki gawai apabila terjadi perubahan status kebencanaan di kawasannya tinggal.

Harapannya melalui SMS Blast itu masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang bisa mendapatkan informasi terbaru dan dapat menyiapkan diri menyesuaikan perubahan situasi dan kondisi yang berlangsung.

Selain memberikan informasi kepada masyarakat yang terdampak, Kementerian Kominfo juga secara intensif melakukan pemantauan untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi di area terimbas erupsi Gunung Ruang guna menjaga komunikasi bisa tetap berlangsung.

"Kementerian Kominfo memiliki Pusat Monitoring Telekomunikasi yang beroperasi selama 24 jam non-stop untuk memantau layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di area terdampak erupsi," kata Wayan.

Sejak terjadinya erupsi Gunung Ruang pada Selasa (30/4), Kementerian Kominfo mencatat awalnya ada tujuh infrastruktur telekomunikasi berupaBase Transceiver Station(BTS) yang mengalami kendala operasional.

BTS-BTS yang terdampak operasionalnya tersebut, terletak di Pulau Tagulandang dekat dengan lokasi letusan Gunung Ruang. Koordinasi langsung dilakukan dengan operator seluler untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

"Saat ini, tersisa dua BTS yang masih dalam keadaandownyang berlokasi di Desa Barangka Pehe dan Desa Balehumara, Kecamatan Tagulandang, yang mencakup 10,5 persen dari total BTS di kecamatan tersebut," kata Wayan.

Adapun sisa BTS yang terdampak dan belum dapat diperbaiki tersebut berada di lokasi rawan sehingga penanganannya masih diupayakan.

Meski begitu, saat ini operator seluler memprioritaskan penguatan ketersediaan layanan telekomunikasi di daerah pengungsian untuk memudahkan akses komunikasi dengan pihak luar.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.