Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Kasus Stunting di Bangka Tengah Turun Menjadi 18,2 Persen

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Kasus Stunting di Bangka Tengah Turun Menjadi 18,2 Persen Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

Koba - Kasus stunting di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun dari 21,2 persen menjadi 18,2 persen pada 2023.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Rabu, mengatakan prevalensi stunting pada 2023 turun sebesar tiga persen karena komitmen berbagai pihak dalam menekan laju kasus gagal tumbuh pada anak itu.

"Capaian ini tentu merupakan kabar gembira dan tidak lepas dari kerja sama dan sinergi semua pihak yang terus konsisten menekan laju angka prevalensi stunting," kata Algafry.

Ia mengajak kerja sama semua pihak semakin ditingkatkan secara kontinyu baik dari sisi penyediaan pangan yang bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih dan penunjang lain untuk mendukung intervensi pencegahan dan penurunan stunting.

"Saya tentu memberikan apresiasi kepada semua pihak terutama pihak kecamatan yang sangat efektif menjalankan program pemberian gizi seimbang kepada balita dan ibu hamil," ujarnya.

Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah Lina Lindayanti mengatakan kegiatan rembuk stunting yang selalu dilakukan oleh sejumlah pemangku kepentingan sangat efektif dalam menekan angka kasus stunting.

"Dalam rembuk stunting itu kita bisa menyampaikan gagasan program dalam menekan angka stunting, sekaligus saling berkoordinasi dalam menangani stunting," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan rembuk stunting dapat menjadi dasar intervensi dalam menyusun strategi dan program kegiatan dalam mencegah stunting serta menguatkan kolaborasi antar-OPD menuju Bangka Tengah bebas stunting.

"Tentu saja kita terus berupaya menekan angka kasus stunting setiap tahun, terutama di lokasi fokus yang menjadi perhatian karena ditemukannya kejadian stunting," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.