Kawasan Asia Dilanda Gelombang Panas

Senin, 29 Apr 2024, 02:28 WIB

MANILA - Kawasan Asia selatan dan tenggara menghadapi gelombang panas yang lebih ekstrem pada Minggu (28/4) ketika pihak berwenang di seluruh wilayah tersebut mengeluarkan peringatan kesehatan dan penduduk mengungsi ke taman dan mal ber-AC untuk menyejukkan badan.

Gelombang cuaca yang sangat panas telah melanda wilayah tersebut selama sepekan terakhir, menyebabkan suhu mencapai 45 derajat Celsius dan memaksa ribuan sekolah meminta siswanya untuk tinggal di rumah.

Ket. Foto: Semprotkan Air | Sebuah truk tangki menyemprotkan air di jalanan saat terjadi gelombang panas menyengat di Dhaka, Bangladesh, pada Sabtu (27/4). Saat ini gelombang panas ekstrem tengah melanda kawasan Asia selatan dan tenggara. — Sumber: AFP/MUNIR UZ ZAMAN

Filipina pada Minggu mengumumkan penangguhan kelas tatap muka di semua sekolah negeri selama dua hari setelah hari panas yang memecahkan rekor di Ibu Kota Manila. Di Thailand , di mana setidaknya 30 orang telah meninggal karena sengatan panas sepanjang tahun ini, Dinas Meteorologi memperingatkan adanya kondisi buruk setelah suhu di provinsi utara melebihi 44,1 derajat Celsius pada Sabtu (27/4).

Dan di Kamboja, Myanmar, Vietnam, India, dan Bangladesh, para peramal cuaca memperingatkan bahwa suhu bisa melebihi 40 Celsius dalam beberapa hari mendatang karena masyarakat harus menanggung panas yang menyengat dan kelembaban yang menyesakkan.

Suhu global mencapai rekor tertinggi tahun lalu, dan badan cuaca dan iklim PBB pada Selasa (23/4) lalu mengatakan bahwa Asia mengalami pemanasan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian ilmiah yang ekstensif menemukan bahwa perubahan iklim menyebabkan gelombang panas menjadi lebih lama, lebih sering, dan lebih intens.

"El Nino"

Menanggapi datangnya gelombang panas, Kementerian Air dan Meteorologi Kamboja memperingatkan bahwa suhu juga bisa mencapai 43 derajat Celcius di beberapa wilayah di negara itu pada pakan depan.

"Kami menyarankan masyarakat untuk memantau kesehatan mereka selama cuaca panas terkait perubahan iklim," kata Kementerian Kesehatan Kamboja,

Sementara itu dari Vietnam dilaporkan bahwa suhu di sana juga diperkirakan akan tetap tinggi selama lima hari libur nasional, dengan perkiraan suhu mencapai 41 Celsius.

Dari India, dinas cuaca setempat pada Sabtu mengatakan bahwa cuaca akan tetap sangat panas hingga akhir April, dan kondisi lebih dingin diperkirakan terjadi pada Mei. "Kondisi gelombang panas yang parah akan terus berlanjut hingga akhir pekan di beberapa negara bagian, dengan suhu melonjak hingga 44 Celsius di beberapa lokasi," ungkap dinas itu.

Di Bangladesh dilaporkan jutaan siswa kembali ke sekolah yang telah ditutup karena suhu ekstrem, meskipun biro cuaca pada Minggu mengatakan bahwa gelombang panas akan terus berlanjut setidaknya selama tiga hari kedepan.

Maret, April, dan Mei biasanya merupakan bulan-bulan terpanas dan terkering sepanjang tahun di kawasan ini, namun kondisi tahun ini diperburuk oleh munculnya fenomena cuaca El Nino. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.