Kasus DBD Meningkat, Komisi IX DPR Ajak Seluruh Pihak Cari Solusi
Minggu, 28 Apr 2024, 10:01 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati prihatin atas meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti itu terus meningkat dan sangat memprihatinkan.
Dalam catatannya, per 15 April kasus DBD sudah menembus angka 62.000 dan kasus meninggal dunia 475 jiwa. Menurutnya, ini sudah menjadi peringatan layaknya lampu merah tua bagi para pemangku kepentingan.
"Ada beberapa provinsi yang menjadi perhatian karena dari angka 62.000 ini penyumbang terbesarnya adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan, bahkan beberapa angka meninggal ada di beberapa provinsi juga. Artinya, ini sudah menjadi perhatian yang harus segera dicarikan solusinya," katanya di Gedung DPR, Jakarta, seperti disiarkan laman resmi DPR RI, Kamis (25/4).
DPR telah mengingatkan pemerintah soal lonjakan kasus DBD, namun kata dia, peningkatan kasus tak terbendung. "Kita sebenarnya sudah mengingatkan kepada Pemerintah kepada Kementerian Kesehatan agar benar-benar bisa mengantisipasi lonjakan angka DBD. Pada saat rapat kita yang terakhir di bulan Maret sebelum kita reses pada bulan Ramadan, angka DBD sudah sangat tinggi wabil khusus di DKI Jakarta," ungkap Kurniasih.
Dia menjelaskan, yang perlu dilakukan bersama adalah mencari solusi, bukan saling menyalahkan, dan menyelamatkan masyarakat dari potensi demam berdarah. Ia menekankan agar jangan sampai ada korban jiwa yang bertambah.
"Kalau (ditanya) penyebab, saya rasa kita tidak untuk saling menyalahkan hari ini. Apakah karena masyarakat yang belum begini, belum begitu. Kalau dikatakan masyarakat kurang perhatian atauawareberarti ini tanggung jawab pemerintah juga. Berarti kan gerakan masyarakat sehatnya masih harus ditingkatkan," jelas Kurniasih.
Kasus DBD di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus DBD yang tercatat hingga minggu ke-16 tahun 2024, yakni mencapai 76.132 orang.
Angka ini mengalami peningkatan cukup tinggi setelah sebelumnya pada 26 Maret 2024 jumlah kasus mencapai 53.131 orang. Bukan hanya itu, berdasarkan keterangan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi, angka kematian dari kasus DBD ini bahkan mencapai 540 orang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
-
DPR Minta Pengawasan Dua Taman Nasional di Lampung Diperketat
-
Pemkab Rejang Lebong Kenalkan Wisata Olahraga Hutan Kota
-
Jangan Sampai Bingung, Ini Strategi Agar Harga Mobil Listrik Tetap Murah di Seluruh Indonesia
-
Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan terhadap Kelestarian Pesisir di Teluk Ekas
-
Tim Voli Indonesia Masuk Grup Berat AVC Mens Cup 2026
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.