Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan 29 PMI dan 3 Balita ke Malaysia Berhasil Digagalkan

📅 Sabtu, 27 Apr 2024, 11:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan 29 PMI dan 3 Balita ke Malaysia Berhasil Digagalkan Doc: ANTARA/HO-Polsek Badau
Ket. Polsek Badau menggagalkan upaya penyelundupan puluhan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) non prosedural yang hendak bekerja di Negara Malaysia melalui jalur tidak resmi di wilayah Badau perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

KAPUAS HULU - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu Sektor Kecamatan Badau menggagalkan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal atau non prosedural di Kecamatan Badau perbatasan Indonesia dan Malaysia di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Ada 29 orang dewasa dan tiga orang balita yang kami amankan, puluhan PMI itu hendak bekerja ke Negara Malaysia secara ilegal atau non prosedural," kata Kapolsek Badau AKP Supriyanto di Putussibau Kapuas Hulu, Sabtu (27/4).

Supriyanto mengatakan puluhan PMI tersebut rata-rata berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Polsek Badaumenggagalkan upaya penyelundupan PMI tersebut sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (26/04) kemarin.

Menurut Supriyanto, pihaknya melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas dan berhasil diamankan empat unit mobil jenis mini bus yang membawa 29 orang PMI dewasa dan tiga orang balita.

"Hasil pemeriksaan sementara puluhan PMI itu hendak pergi ke Malaysia melalui jalan tikus atau jalur tidak resmi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Kapuas Hulu AKP Dony mengatakan saat ini puluhan PMI non prosedural itu sedang dimintai keterangan di Polres Kapuas Hulu untuk dilakukan penyelidikan dalam kasus penyelundupan PMI.

"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut, jika sudah ada perkembangan akan kami sampaikan kembali," kata Dony.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.