Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Risma Sebut Keterbukaan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Kunci Perubahan

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Risma Sebut Keterbukaan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Kunci Perubahan Doc: ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos
Ket. Mensos Risma memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (25/4/2024).

JAKARTA -Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan keterbukaan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu sosial menjadi kunci untuk mengatasi berbagai implikasi perubahan yang dapat timbul akibat dari pembangunan ekonomi negara.

Dalam rilis yang disiarkan Kementerian Sosial di Jakarta pada Jumat (26/4), Risma menyampaikan pernyataan tersebut pada sambutan Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos).

"Dengan pengetahuan, solusi menjadi kaya, para civitas bisa menyelesaikan implikasi perubahan, termasuk permasalahan sosial yang timbul karena pembangunan," kata Risma.

Pasalnya, seiring dengan modernisasi, ia melihat perkembangan peradaban masyarakat menjadi sangat cepat berkat kemajuan ekonomi dan teknologi. Alhasil, sejalan dengan kemajuan itu, permasalahan sosial yang terkesan baru pun juga muncul, seperti berbagai kejahatan online hingga pornografi online.

"Jadi seiring dengan kemajuan teknologi, masalah sosial juga ikut berkembang," ujarnya

Karena itulah, Risma berpesan kepada para civitas akademik di Poltekesos agar berani memikirkan berbagai solusi dengan membuka diri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan karena ilmu sosial itu ilmu yang paling kompleks.

Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran Senat, tamu dan mahasiswa yang hadir dalam acara pengukuhan guru besar tersebut agar tidak menyerah. Meski ada banyak kesulitan saat mempelajari dan menerapkan ilmu sosial, mereka harus terus berusaha karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat banyak.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ellya dalam orasi pengukuhan guru besar menyoroti pentingnya pendekatan holistik guna menangani berbagai persoalan sosial.

Sebagai contoh ialah penanganan kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak (KSA) yang menurutnya harus dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar pekerjaan sosial, termasuk identifikasi kasus, memastikan keamanan anak, rujukan dan dukungan emosional, pendidikan kepada anak, kerja dalam tim lintas profesional, dan melibatkan komunitas dalam proses penanganan.

Untuk itu, ia pun mengapresiasi kehadiran Command Center Kemensos (171) karena telah mempercepat penanganan kasus KSA, sembari berharap kehadiran Command Center tersebut juga akan mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan. Dengan demikian, ia berharap penanganan kasus KSA dapat dilakukan secara tuntas.

Prof. Ellya Susilowati dikukuhkan sebagai Guru Besar pertama Poltekesos dalam Bidang Ilmu Pekerjaan Sosial dengan Anak dan Perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.