Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Penanggulangan Bencana Harus Terus Dioptimalkan

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Penanggulangan Bencana Harus Terus Dioptimalkan Doc:  ANTARA/Raisan Al Farisi  
Ket. Pembukaan rakornas l Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kedua kiri) bersama Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kanan), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) dan PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin (kiri) membuka Rakornas BNPB di Hotel Pullman, Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4). Rakornas BNPB tersebut bertemakan pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana.

Wapres meminta perlunya pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana secara optimal sehingga kerusakan dan korban jiwa dapat diminimalisir.

BANDUNG - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana di dalam negeri dapat terus dioptimalkan.

"Contohnya, kejadian gempa bumi 7,4 magnitudo di Taiwan pada awal bulan ini. Dengan guncangan yang begitu besar, kerusakan dan korban jiwa tetap dapat diminimalisasi dengan sistem penanganan dini dan pengetahuan tentang sumber gempa yang baik," kata Wapres memberi sambutan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (24/4).

Untuk itu, kata Wapres, pengalaman negara-negara maju hendaknya menjadi pembelajaran mulai dari pencegahan bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia mengatakan integrasi teknologi dan inovasi berbasis data yang valid harus didorong sebagai kunci terwujudnya efektifitas dan efisiensi aksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Lima Strategi

Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyampaikan ada lima strategis dalam mitigasi bencana.

Pertama, kembangkan industrialisasi penanggulangan kebencanaan dengan penerapan teknologi dan inovasi.

"Manfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan untuk memantau potensi bencana, mengembangkan sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, serta meminimalisasi risiko bencana," ucapnya.

Kedua, memetakan risiko bencana secara tepat dan valid. Kemudian, integrasikan hasilnya dalam perencanaan dan implementasi terkait penataan ruang, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

"Hal ini menjadi penting untuk mengendalikan risiko bencana yang ada, sekaligus mengurangi timbulnya risiko bencana baru," kata Wapres.

Selain itu, lanjut dia, perkuat pelayanan kebencanaan, utamanya melalui penguatan kelembagaan BPBD, baik dalam hal kewenangan, kompetensi sumber daya manusia, logistik serta peralatan.

Selanjutnya, ia mengatakan perlu adanya penerapan kebijakan dan upaya pemulihan pascabencana. "Pastikan adanya pembagian peran antara pusat dan daerah secara proporsional dalam mengurangi risiko bencana di masa mendatang," ucap Wapres.

Wapres menekankan adanya penyusunan dan perencanaan pembiayaan kegiatan penanggulangan bencana secara integratif dan tidak tumpang tindih. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

44 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.