Harga Gabah Kering Panen Harus Masukkan Marjin Keuntungan Petani

Kamis, 25 Apr 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dinaikkan menjadi 6.757 rupiah per kilogram dari yang sebelumnya 5.000 rupiah per kg. Usulan kenaikan itu disesuaikan dengan perhitungan harga produksi ditambah keuntungan petani 30 persen.

Direktur Eksekutif HKTI, Subuh Prabowo, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (24/4), mengatakan saat ini proses penyesuaian HPP GKP 2024 tengah berproses dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Ket. Foto: HARGA BAWANG MERAH KEMBALI NAIK I Pedagang memilih bawang merah di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, Rabu (24/4). Menurut pedagang sejumlah komoditas sayur mayur kembali mengalami kenaikan pasca lebaran seperti harga bawang merah dari 45 ribu rupiah menjadi 70 ribu rupiah perkilogram, bawang bombay dari 40 ribu rupiah menjadi 60 ribu rupiah perkilogram dan tomat dari 15 ribu rupiah menjadi 30 ribu rupiah perkilogram. — Sumber: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN

"Bapanas mengundang dan berdiskusi dengan semua stakeholders pertanian. Dalam pertemuan tersebut, HKTI telah mengusulkan HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik menjadi 6.757 rupiah per kilogram," kata Subuh.

Dalam penetapan HPP GKP pada 2023 lalu, pemerintah melalui Bapanas berkomitmen untuk melakukan penyesuaian HPP gabah.

"Kami menyambut sangat baik iktikad Bapanas, karena sudah bertahun-tahun pemerintah tidak menyesuaikan HPP gabah, alhamdulillah pecah telur sejak 2023 dan akan dilakukan penyesuaian setiap tahunnya. Kami dan petani menyambut baik hal ini," katanya.

HKTI pada prinsipnya meminta agar HPP harus menjamin 30 persen keuntungan plus 10 persen jaminan risiko dari biaya pokok produksi gabah per kilogram.

Dari survei biaya pokok produksi ditambah keuntungan 30 persen dan jaminan risiko yang menjadi dasar HKTI mengusulkan HPP 2024 naik menjadi 6.757 rupiah per kg. "HPP ini jadi insentif dan ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani harus dijamin untung sehingga petani semakin bergairah untuk menanam padi. Muaranya petani sejahtera dan ketersediaan pangan meningkat," katanya.

Dengan kebijakan HPP baru, diharapkan Bulog semakin proaktif menyerap dan membeli gabah petani. "Bulog harus segera penuhi gudang-gudangnya dengan menyerap gabah petani. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) harus dipenuhi dari gabah petani," kata Subuh Prabowo.

Untuk semakin menjamin kepastian harga gabah, HKTI juga mengusulkan konsep harga dasar dan harga tertinggi untuk gabah yang berlaku untuk semua usaha perberasan, BUMN, dan swasta. Selain itu, diberlakukan sanksi bagi yang membeli di bawah harga dasar atau sebaliknya. "Yang pasti, harga dasar harus menjamin minimal 30 persen keuntungan bagi petani. Harga dasar terutama diberlakukan saat panen raya yang biasanya harga gabah jatuh," ujarnya.

Dengan disepakatinya harga dasar maka saat panen raya dengan gabah melimpah, Bulog dan swasta tidak boleh membeli gabah petani di bawah harga dasar sehingga petani tidak rugi.

Biaya Pupuk Naik

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan HPP itu sebaiknya di angka 7.000 rupiah per kg, sama dengan usulan Serikat Petani Indonesia (SPI). Selain karena biaya pupuk yang naik, pestisida juga makin mahal, begitu juga biaya tenaga kerja agar bisa dijadikan pertimbangan.

"Harga gabah yang lebih tinggi akan membuat petani tertarik menanam padi dan menjaga regenerasi petani muda," kata Bhima.

Sementara itu, pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan petani memang perlu mendapatkan keuntungan yang layak agar tetap mau berproduksi.

"Usulan ini baik dan perlu diwujudkan. Kalau perlu lebih tinggi lagi karena petani menjadi pelaku terdepan dalam ketahanan pangan. Petani harus hidup sejahtera dengan mendapat keuntungan yang cukup. Kesejahteraan mereka merupakan awal dari kemandirian pangan," kata Zainal.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.