UNHCR Harap Pemda Upayakan Penampungan yang Layak bagi Pengungsi Rohingya di Aceh
Selasa, 23 Apr 2024, 00:07 WIBBanda Aceh - Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi atauUnited Nations High Commissioner for Refugees(UNHCR)mengharapkan agar pemerintah daerah mengupayakan penampungan yang layak bagi pengungsi etnis Rohingya yang berada di Aceh.
Assistant High Commissioner for Protectiction of UNHCR Ruvendiri Promoda Menikdiwela di Banda Aceh, Senin, mengatakan UNHCR tidak menyediakan tempat penampungan, hanya menunggu arahan dari pemerintah dan mendukung pemerintah untuk menyediakan tempat penampungan bagi pengungsi Rohingya.
"Harapan kami apabila bisa, pengungsi ditempatkan di tempat penampungan formal yang kondisi hunian lebih layak untuk hidup jangka panjang," kata Ruven di Banda Aceh.
Ia menyebut UNHCR sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mengizinkan pengungsi tinggal di lokasi penampungan di Aceh. Saat ini ada sekitar 1.200 orang Rohingya di Aceh yang tersebar di beberapa lokasi penampungan.
Hanya saja, para pengungsi itu masih banyak menempati lokasi penampungan yang belum layak, salah satunya seperti parkir bawah tanah ataubasementgedung Balai Meseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh, yang sudah ditempati sekitar lima bulan oleh seratusan lebih imigran Rohingya.
"Kami tahu pemerintah juga hendak memindahkan pengungsi dari di sini, kami juga sepakat dan pengungsi juga sepakat untuk pindah. Jadi langkah berikutnya adalah bagaimana nanti pemerintah daerah menemukan tempat penampungan lain untuk solusi penempatan lebih lanjut," ujarnya.
Menurut dia, tempat penampungan yang layak tidak hanya bagi pengungsi Rohingya di BMA, tetapi juga bagi pengungsi Rohingya lain yang tersebar di Kota Sabang, Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat, Pidie, dan Aceh Timur.
Secara jangka panjang, lanjut dia, UNHCR berharap agar pengungsi Rohingya dapat tinggal di tempat yang ditetapkan secara formal oleh pemerintah, mengingat saat ini banyak dari mereka yang masih tinggal di tempat informal dan situasi belum terlalu baik.
"Sekarang yang diperlukan terutama untuk kelompok ini adalah mencarikan tempat penampungan yang lebih memadai, dimana mereka bisa tinggal di struktur bangunan dan juga anak-anak bisa pergi sekolah dan bisa mengakses kebutuhan dasar," ujarnya.
- Pengungsi Rohingya
- UNHCR
- Aceh
- Pemerintah daerah (pemda)
- Pemda
- United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Kota Terpanas di Indonesia Menurut Rilis BMKG, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC
-
The Heart of LifeWear: Uniqlo Salurkan Pakaian Termal ke 28 Negara di Tahun 2025
-
ASN Pemda Mulai Terapkan WFH Setiap Jumat Sesuai SE Mendagri
-
Visinema Studios dan SGM Eksplor Berkolaborasi Lewat Film Na Willa, Tayang Lebaran 2026
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Bansos PKH dan BPNT Bakal Cair April 2026: Berikut Cara Cek dan Jadwal Tahapannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.