Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab 'Percantik' Kecamatan Ibu Kota Mukomuko

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 16:57 WIB | Oleh:
Pemkab 'Percantik' Kecamatan Ibu Kota Mukomuko Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Suasana bundaran Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko dari atas, Minggu (10/3).

MUKOMUKO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan membenahi dan menata bundaran untuk "mempercantik wajah" Kecamatan Kota Mukomuko sebagai ibu kota kabupaten setempat, sekaligus salah satu icondaerah ini.

"Bupati sangat mendorong untuk pembangunan di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko untuk mempercantik ibu kota kabupaten ini," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko Apriansyah di Mukomuko, Jumat.

Ia mengatakan, bupati mendorong pembangunan di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko karena melihat beberapa pembangunan infrastruktur tahun 2022-2023 banyak di kecamatan-kecamatan lain terutama azas kemanusiaan yang sudah harus diperhatikan oleh pemerintah.

Dari hasil pembangunan infrastruktur di kecamatan-kecamatan lain sejak dua tahun terakhir sehingga tercapailah pembangunan yang sangat mercusuar dan besar di beberapa kecamatan.

Ia menyebutkan, adapun sasaran pembangunan di Kecamatan Kota Mukomuko adalah perbaikan ibu kota kecamatan yaitu penanganan lampu jalan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Kota Mukomuko.

"Walaupun penanganan lampu jalan dialihkan ke Dinas Perhubungan, namun dinas PUPR tetap memonitor perkembangan lampu jalan tersebut," ujarnya.

Berikutnya pembangunan lampu di bundaran yang menjadi taman di lapangan merdeka itu, katanya, tahun 2024 sudah dianggarkan dana Rp600 juta untuk membangun satu tiang lampu yang bisa menyorot ke seluruh arah sehingga tidak terkesan gelap.

Kemudian, pemkab juga ada anggaran untuk patung untuk menyempurnakan tugu di bundaran tersebut, namun patung ini sudah ada disepakati tahun 2016 mungkin patung perjuangan masyarakat Mukomuko.

"Patung itu abstrak, dia tidak menunjukkan sosok seseorang tetapi perjuangan masyarakat yang ditonjolkan dan ditunjukkan," ujarnya.

Kemudian, katanya, ada beberapa pembangunan yang belum tuntas seperti jalan di belakang kantor sekretariat dewan, menyambung akses jalan satuan pemukiman VII Kecamatan XIV Koto.

Lalu pembangunan akses jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang memang selama ini susah dilalui. Sampah-sampah tidak bisa diangkut ke TPA sampah.

Selanjutnya, pembangunan jalan menuju lokasi pembangunan lembaga permasyarakatan (LP), sebagai syarat mendapatkan pembangunan lapas dari Kemenkumham, pembangunan ruas jalan dari Desa Tanah Rekah menuju Desa Tanah Harapan, dan mengupayakan pembebasan lahan untuk pengalihan jalan bandara sepanjang 3,6 kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.