Energi Terbarukan Dukung Pembangunan yang Berkelanjutan dan Adil

Kamis, 18 Apr 2024, 00:00 WIB

ABU DHABI - Transisi energi menjadi hal penting dalam pengambilan kebijakan global saat ini dan jalur energi terbarukan bakal mendukung pembangunan dunia yang berkelanjutan dan lebih adil. Hal ini terjadi karena transisi energi akan merevitalisasi lanskap perekonomian dengan membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

"Selama kita tetap berada pada jalur inovasi, kolaborasi, dan tekad, kita dapat mencapai masa depan energi berbasis energi terbarukan yang akan mendukung pembangunan berkelanjutan, dunia yang berkelanjutan dan lebih adil," kata Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional atau International Renewable Energy Agency (Irena), Francesco La Camera saat membuka Sidang Majelis Umum ke-14 Irena,

Ket. Foto: Francesco La Camera, Dirjen Badan Energi Terbarukan Internasional — Sumber: AFP/TOBIAS SCHWARZ

Sidang Umum ke-14 Irena digelar di tengah amplifikasi pesan global dari KTT Iklim COP 28 Dubai, November 2024, mengenai pentingnya peningkatan tiga kali lipat kapasitas energi terbarukan dan dua kali lipat efisiensi energi pada 2030 untuk mencegah kenaikan suhu bumi melebihi 1,5 derajat celcius.

Seperti dikutip dari Antara, Camera mengatakan dunia saat ini memasuki era baru di mana t r a n sisi energi menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi.

Pengembangan transisi energi, kata Camera, akan membawa peluang baru yang dapat merevitalisasi perekonomian dan meningkatkan kehidupan masyarakat dunia, terutama untuk keluar dari jerat kemiskinan.

"Beberapa tantangan dapat kami antisipasi, namun beberapa tantangan lainnya tidak dapat kami antisipasi," ujarnya.

Sidang Umum ke-14 Irena ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah Indonesia yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Komitmen Kuat

Sebelum menghadiri sidang umum ke-14 Irena, Dadan menjelaskan Indonesia tidak bergabung dalam suara-suara mengenai upaya peningkatan tiga kali lipat kapasitas energi terb a r u k a n pada 2030. Namu n , Indonesia memiliki komitmen s a n g a t kuat untuk menc apa i emisi nol pada 2060 atau lebih cepat.

Dadan menekankan upaya penurunan emisi, dan penurunan gas rumah kaca adalah tanggung jawab semua pihak. Namun, target global perlu agar tidak mengatur pencapaian negara demi negara karena masing-masing negara memiliki keperluan dan kemampuan terkait situasi domestik. Terlebih, target global tersebut tidak boleh membuat suatu negara menjadi tidak fleksibel.

"Kita ingin target global ini juga tidak masuk ke wilayah bagian negara ini harus sekian, negara ini harus sekian," ujarnya.

Presiden Sidang Majelis Umum ke-14 Irena, Jimmy Gasore dalam pembukaan sidang umum, menjelaskan KTT Iklim COP-28 pada November 2023 lalu telah membawa kemajuan bersejarah melalui Konsensus UEA, yang di dalamnya seruan untuk melipatgandakan energi terbarukan dan efisiensi energi pada tahun 2030.

Ia menguraikan penambahan kapasitas energi terbarukan telah menemukan rekor tertinggi pada 2023, namun masih jauh dari kebutuhan.

"Kita harus memodernisasi dan memperluas infrastruktur energi kita. Kita harus merancang dan mengadaptasi kebijakan yang luas dan lintas sektoral untuk memastikan transisi energi tetap menjadi inti strategi nasional kita," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.