• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Upaya-upaya Konservasi Me...

Upaya-upaya Konservasi Melalui Inisiatif Global

Senin, 15 Apr 2024, 06:25 WIB

Pada tahun 2023, Brasil berhasil mencegah kerusakan hutan primer sebesar 36 persen, ketika di Kolombia laju deforestasi menurun sebesar 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemajuan Kolombia dalam konservasi hutan dimungkinkan oleh kesepakatan damai di dalam negeri, di mana negosiasi dengan berbagai kelompok bersenjata secara eksplisit memprioritaskan konservasi hutan.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ Juan Pablo Pino

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, berjanji menghentikan deforestasi ilegal melalui penegakan hukum, pencabutan kebijakan yang merusak lingkungan dan pengakuan wilayah adat. Kebijakannya itu bertentangan dengan pendahulunya, Jair Bolsonaro, yang mendorong industrialisasi wilayah hutan demi pertumbuhan ekonomi.

"Negara-negara lain dapat mengurangi laju kehilangan hutan jika mereka mempunyai kemauan politik untuk melakukannya. Namun kita juga tahu bahwa kemajuan dapat dibatalkan jika arah politik berubah," kata Rod Taylor, Direktur Kehutanan Global WRI, dalam sebuah konferensi pers.

Untuk menjamin kelangsungan program reboisasi dan kehutanan, Taylor mengimbau, "perekonomian global agar meningkatkan nilai hutan alami dibandingkan dengan keuntungan jangka pendek yang didapat dari pembukaan hutan untuk misalnya pertanian, pertambangan atau infrastruktur."

Cara lain melindungi hutan adalah inisiatif global yang memberi nilai ekonomi pada hutan berdasarkan jumlah emisi karbon yang dapat disimpan. Ada juga upaya baru untuk membayar langsung penduduk dan pemilik tanah yang membantu melestarikan kawasan hutan.

Regulasi bisa membantu mengatasi deforestasi dengan fokus membenahi pelanggaran di sepanjang rantai suplai industri. Peraturan Deforestasi Uni Eropa yang baru, misalnya, akan mendorong perusahaan untuk memastikan impor sapi, kakao, kopi, minyak sawit, karet, kedelai dan kayu tidak berasal dari lahan yang baru saja digunduli.

Memberdayakan masyarakat asli dengan mengakui hutan adat juga mencegah deforestasi. Menurut Bank Dunia, sekitar 36 persen hutan alami yang tersisa di dunia berada di bawah naungan masyarakat adat, dan mereka terbukti mahir melestarikan keanekaragaman hayati.

Pemulihan hutan yang rusak adalah bagian integral dalam perjanjian Iklim Paris. Sebabnya kini, mulai banyak negara melakukan penanaman kembali.

"Mekanisme global yang berani dan inisiatif lokal yang unik diperlukan untuk mencapai pengurangan deforestasi yang berkelanjutan di seluruh negara tropis," kata pakar kehutanan Taylor. DW/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.