Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Libur Lebaran, Warga Maluku Incar Kuliner Ikan Bakar di Pulau Osi

📅 Senin, 15 Apr 2024, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Libur Lebaran, Warga Maluku Incar Kuliner Ikan Bakar di Pulau Osi Doc: ANTARA/Winda Herman
Ket. Hidangan ikan bakar Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ambon - Masyarakat Maluku menjadikan kuliner ikan bakar di Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kecamatan Seram Barat, Maluku, sebagai incaran saat libur Lebaran 1445 Hijriah.

Hal ini diakui salah seorang warga asal Kota Ambon, Fadly Anwar yang mengaku antusias menyambut libur Lebaran demi mengincar kuliner khas Pulau Osi yaitu ikan bakar segar.

"Setiap libur Lebaran, saya memang selalu ke Pulau Osi menikmati ikan bakar mereka yang segar. Kalau ikan di kota kan beda lagi, karena diawetkan kadang berhari-hari," kata Fadly, di Pulau Osi, Seram Barat, Minggu.

Pulau Osi yang sudah terkenal dengan keindahan alamnya juga menjadi destinasi favorit untuk menikmati hidangan lezat ini.

Dengan cita rasa yang kaya dan bumbu yang meresap, ikan bakar Pulau Osi menjanjikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di tengah pemandangan alam yang menakjubkan.

Baik untuk keluarga yang mencari petualangan kuliner maupun para pelancong yang mencari keindahan alam, ikan bakar Pulau Osi menjadi incaran yang tak terbantahkan.

Tidak heran jika ikan bakar Pulau Osi menjadi incaran utama warga Maluku saat liburan Lebaran tahun ini. Berbagai macam ikan bisa dipilih sesuai selera.

Seorang pemilik salah satu restoran di Pulau Osi, Siti Wolio mengatakan setiap momen Lebaran, semua restoran selalu ramai dikunjungi, termasuk miliknya.

Mulai dari warga lokal yang datang bersama keluarga maupun teman-teman. Hingga warga kota juga ikut jauh-jauh datang sampai menyewa kamar di resto.

"Kalau hari Lebaran itu biasanya warga lokal yang datang dengan keluarga atau teman-teman sekolah mereka, seperti perkumpulan alumni lalu mereka makan-makan ikan bakar di sini. Kalau warga kota biasanya pejabat-pejabat," katanya.

Ia menyebutkan, setiap momen libur Lebaran, penghasilannya juga ikut meningkat pesat. Dari yang per hari hanya mendapatkan Rp700 ribu, menjadi Rp5 juta saat momen Lebaran.

"Saya jualper kilo. Kalau satu kilo itu Rp180 ribu, itu sudah dengan nasi satu bakul dan sayur. Ini saja sudah laris hingga 15 kilo," ujarnya.

Pulau Osi menjadi salah satu tempat wisata favorit di Maluku khususnya di Kabupaten SBB. Pulau Osi kini lebih banyak didatangi karena jembatan panjang yang terhubung hingga ke dalam kampung Pulau Osi sepanjang 1.715 meter.

Sepanjang perjalanan di atas jembatan Pulau Osi, terdapat ribuan pohon mangrove yang memadati bagian tepi jembatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.