- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perdana Menteri Israel Net...
Perdana Menteri Israel Netanyahu Putuskan Tunda Serangan Militer di Rafah
Senin, 15 Apr 2024, 12:47 WIBYerusalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk menunda serangan darat ke kota Rafah di selatan Jalur Gaza, menurut laporan lembaga penyiaran publik negara itu, Minggu (14/4).
Hal tersebut terjadi menyusul serangan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Iran terhadap Israel.
Israel telah melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Mengeklaim tempat itu sebagai "benteng terakhir Hamas," Netanyahu bersikeras untuk menyerang Rafah, tempat sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina berlindung dari serangan yang tidak pernah berhenti.
Meski meningkatnya kecaman internasional atas rencana invasi tersebut, perdana menteri pekan lalu mengatakan bahwa tanggal serangan telah ditetapkan.
"Hari ini saya menerima laporan rinci mengenai perundingan di Kairo, kami terus berupaya mencapai tujuan kami, yang pertama dan terpenting adalah pembebasan semua sandera kami dan mencapai kemenangan penuh atas Hamas," kata Netanyahu.
"Kemenangan ini memerlukan masuk ke Rafah dan penghapusan batalion teroris di sana. Itu akan terjadi - ada tanggalnya."
Menurut media penyiaran publik itu, penundaan operasi darat terjadi setelah berkonsultasi dengan aparat keamanan Israel.
Sebelumnya pada Minggu (14/4), Menteri Keuangan Avigdor Smotrich menyerukan serangan Rafah dan memaksakan kendali atas seluruh Jalur Gaza.
Penundaan tersebut terjadi setelah Iran meluncurkan sekitar 300 rudal dan drone ke arah Israel pada Sabtu malam (13/4). Tel Aviv mengaku telah mencegat sebagian besar dari rudal dan drone tersebut.
Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu merupakan respons terhadap serangan rudal pada 1 April yang menargetkan konsuler kedutaan Iran di Damaskus, yang menewaskan beberapa komandan militer Iran.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kenapa Kucing Suka Dielus? Begini Cara Membelai yang Benar dan Disukai Anabul
-
Air Sulit Didapat, Petani Keluarkan Biaya Ekstra untuk Pengairan
-
Sekda Diperiksa KPK, Bupati Langkat Mulai Keringat Dingin
-
Kemenekraf Dorong Pengembangan Kriya Aceh Timur jadi Ikon Ekonomi Kreatif
-
Sedikitnya 254 Tewas setelah Israel Kembali Menyerang Lebanon
-
Presiden Tegaskan MBG Bisa Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat Bawah
-
Temani Momen Buka Puasa, Joyday Luncurkan Varian Es Krim Baru di Ramadan 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.