Berharap Rusia Berubah Sikap, AS Belum Menyerah Perbarui Mandat Panel Pemantauan Sanksi Korut

Minggu, 14 Apr 2024, 03:00 WIB

Washington - Amerika Serikat belum menyerah dalam memperluas mandat panel ahli PBB yang memantau penegakan sanksi terhadap Korea Utara, dan menyuarakan harapan bahwa sikap Rusia yang memveto pembaruan sanksi tersebut akan berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat senior ASyang tidak disebutkan namanya melalui konferensi pers daring, sebagaimana dilaporkan Yonhap pada Sabtu.

Ket. Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu uji coba penembakan rudal darat-ke-laut Padasuri-6, Rabu (14/2/2024). — Sumber: ANTARA/KCNA

"Tidak, kami belum menyerah dalam memperluas mandat panel ahli. Kami ingin memperluas mandat panel tersebut," katanya.

Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa terlepas dari adanya pembaruan mandat atau tidak, Washington akan mencari cara alternatif untuk mengisi kekosongan.

"Tugas(panel) sangat penting, namun Rusia -yang dibantu oleh China- tidak ingin pekerjaan ini dilanjutkan," katanya, menambahkan.

Pada Maret, Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang merupakan perpanjangan rutin mandat panel tersebut dalam pemungutan suara. China abstain pada pemungutan suara itu.

Jika tidak ada resolusi, panel tersebut tidak akan ada lagi pada tanggal 30 April mendatang.

Hak veto Rusia tersebut menyusul perundingan yang berlangsung selama berminggu-minggu, yang di dalamnya Moskow menuntut klausul akhir bagi seluruh rezim sanksi Korea Utara.

Tuntutan Rusia itu tidak dapat diterima oleh Korea Selatan, AS dan sejumlah anggota DK PBB lainnya, terutama pada saat ancaman nuklir dan rudal Korea Utara semakin meningkat.

Klausul akhir tersebut akan membuat sanksi terhadapPyongyang hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu, kecuali ada perjanjian DK PBB yang akan memberlakukan sanksi tersebut untuk jangka waktu lain yang disepakati.

Pejabat AS menyebut soal perundingan intensif dalam beberapa minggu menjelang veto Moskow. Ia menyatakan Rusia benar-benar tidak tertarik pada komporomi apa pun dan ia tidak yakin Rusia akan mengubah sikapnya.

"Terlepas dari apakah kami mampu --pada titik tertentu-- memperbarui mandat, kami akan terus mencari cara untuk memberikan informasi obyektif yang dibutuhkan komite untuk melakukan tugasnya," tuturnya.

Panel ahli diluncurkan pada 2009 dan telah membantu komite sanksi DK PBB terhadap Korea Utara.

Badan ini menerbitkan dua laporan setiap tahun, yaity laporan sementara dan laporan akhir, mengenai contoh-contoh pelanggaran sanksi berdasarkan informasi dari negara-negara anggota PBB dan materi sumber terbuka lainnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.