Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendaraan Pemudik Padati Pusat oleh-oleh Semarang

📅 Senin, 08 Apr 2024, 16:43 WIB | Oleh:
Kendaraan Pemudik Padati Pusat oleh-oleh Semarang Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Antrean kendaraan di kawasan pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, Semarang, Senin (8/4).

SEMARANG - Kendaraan pemudik mulai memadati kawasan pusat oleh-oleh khas Kota Semarang di Jalan Pandanaran Semarang, Jawa Tengah, pada H-2 atau dua hari sebelum Lebaran 1445 Hijriah Senin.

Pemandangan dari atas jembatan penyeberangan Jalan Pandanaran tampak kontras dengan satu jalur arah ke Monumen Tugu Muda yang dipadati antrean kendaraan pemudik yang mampir membeli oleh-oleh.

Namun, di jalur sebelah yang mengarah ke Simpang Lima atau pusat kota terlihat lengang dengan sedikit kendaraan yang melintas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan menyampaikan bahwa trafik kendaraan di jalur dalam kota sejauh ini terpantau lancar.

Diakuinya, ada kepadatan trafik di titik-titik tertentu, seperti pusat oleh-oleh, tetapi tidak terlalu ramai dan secara umum ruas jalan-jalan di dalam kota lancar

"Kalau pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran nanti bisa lebih ramai lagi setelah Lebaran. Biasanya, ramai sekali itu malah pas arus balik, mungkin pemudik mampir sebelum pulang," katanya.

Menurut dia, dampak penerapan jalur searah atau (one way) di jalur tol membuat banyak kendaraan pemudik yang harus melintasi jalan dalam kota, misalnya yang mau ke Pantura.

"Dari Bawen, turun Banyumanik, Jalan Setiabudi, Jalan S Parman, Jalan Pamularsih, kemudian ke arah UIN Walisongo ke jalur Pantura. Karena dari jalur Pantura reguler kan tidak bisa masuk ke tol," katanya.

Namun, kata Danang, kecenderungan kepadatan kendaraan terjadi pada malam hari, terutama selepas Isya atau shalat tarawih.

"Kalau siang hari seperti ini masih landai. Sekarang kan masih 'one way', tapi jam-jam padatnya biasanya malam hari," katanya.

Sementara itu, Kepala Toko Bandeng Juwana-Elrina Pandanaran Semarang Ade Irawan mengakui mulai terjadi lonjakan pengunjung meski belum signifikan.

"Untuk kunjungan memang ada kenaikan, tapi belum signifikan. Saya belum bisa mempersentase (kenaikan kunjungan, red.) karena masih seperti akhir pekan biasanya," katanya.

Namun, kata Ade, pengunjung toko oleh-oleh tersebut kebanyakan memang dari kalangan pemudik atau pengunjung yang berasal dari luar Kota Semarang

"Kalau kunjungan hari-hari biasa di kisaran 200 orang, sekarang sudah naik. Tapi karena liburnya panjang kemungkinan puncaknya saat arus balik," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.