Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Gas Vulkanik, Badan Geologi Minta Masyarakat Tidak Dekati Kawah Gunung Awu

📅 Senin, 08 Apr 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bahaya Gas Vulkanik, Badan Geologi Minta Masyarakat Tidak Dekati Kawah Gunung Awu Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gunung Awu di Kepulauan Sangihe, Sulut.

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta masyarakat agar tidak mendekati atau beraktivitas di dekat kawah Gunung Awu,Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

"Dalam tingkat aktivitas Level II atau Waspada, masyarakat agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak Gunung Awu," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam rilis aktivitas Gunung Awu yang dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung ?Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku Juliana DJ Rumambi dalam grup percakapan "BMKG Sulut danStakeholder", di Manado, Minggu.

Hal itu, kata dia, berkaitan dengan potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi freatik yang tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang jelas.

Menurut dia, radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

"Tingkat aktivitas Gunung Awu akan ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual dan kegempaan yang signifikan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Geologi merilis peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Awu, yang ditandai dengan terekamnya rentetan gempa vulkanik dalam (VA) dan gempa vulkanik dangkal (VB), yaitu pada tanggal 22 Maret 2024 pukul 17.00 WITA (3 VA, 12 VB) dan pukul 19.15 WITA (7 VB).

Rentetan gempa vulkanik ini kembali terekam pada tanggal 1 April 2024 pukul 17.50 WITA (1 VA, 7 VB) dan pukul 20.45 WITA (2 VA, 7 VB).

Energi gempa mengalami peningkatan yang terdeteksi dari grafik "Realtime Seismic Amplitude Measurement"(RSAM) yang meningkat.

Pada bulan Maret 2024 terekam lima kali gempa tremor nonharmonik (tremor frekuensi rendah dengan frekuensi dominan sekitar 1.5 Hz) dengan lama gempa 40-95 detik yang menunjukkan adanya peningkatan gempa-gempa permukaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.