Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Asia Timur dan Pasifik Diminta Mereformasi Infrastruktur dan Pendidikan

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Negara Asia Timur dan Pasifik Diminta Mereformasi Infrastruktur dan Pendidikan Doc: ISTIMEWA
Ket. World Bank

JAKARTA - Bank Dunia merekomendasikan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik untuk mereformasi infrastruktur dan sistem pendidikan guna merevitalisasi perekonomian di tengah gejolak ekonomi global.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, saat peluncuran laporan "East Asia and Pacific Economic Update Launch" yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (4/4), mengatakan negara berkembang yang dimaksud di Asia Timur dan Pasifik, di antaranya Indonesia, Kamboja, Tiongkok, Republik Demokratik Rakyat Laos (PDR), Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, dan negara-negara Kepulauan Pasifik.

"Kebijakan yang berani untuk melepaskan persaingan, meningkatkan infrastruktur, dan mereformasi pendidikan dapat merevitalisasi perekonomian kawasan," kata Mattoo.

Dalam laporannya, Bank Dunia menemukan pendapatan per kapita di kawasan Asia Timur dan Pasifik menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

Pertumbuhan di negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik, kecuali Tiongkok, diproyeksikan meningkat menjadi 4,6 persen tahun ini dari 4,4 persen pada tahun 2023.

Namun, prospek tersebut masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan, seperti perlambatan ekonomi global yang lebih rendah dari perkiraan, kenaikan suku bunga jangka panjang di negara-negara besar, meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi di seluruh dunia, dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik lebih didorong oleh investasi dibandingkan pertumbuhan produktivitas. Bank Dunia merekomendasikan negara-negara di kawasan itu untuk fokus pada upaya yang dapat mendorong peningkatan produktivitas.

Menteri Keuangan periode 2013-2014, Chatib Basri, seperti dikutip dari Antara, mengatakan salah satu tantangan yang membuat pertumbuhan Indonesia relatif bertahan di level 5 persen adalah tingkat produktivitas terbilang masih rendah.

Dia berpendapat salah satu kebijakan yang perlu diambil pemerintah Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6-7 persen adalah mendorong produktivitas melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, dan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kementerian Keuangan sendiri dalam mewujudkan komitmen membangun fondasi kualitas sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan reformasi lainnya menganggarkan dana pendidikan sebesar 660,8 triliun rupiah dan anggaran kesehatan sebesar 187,5 triliun rupiah pada APBN 2024, sedangkan anggaran infrastruktur dialokasikan sebesar 422,7 triliun rupiah.

Tingkatkan Konektivitas

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (U,I) Teuku Riefky, mengatakan sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi maka produktivitas dan kualitas SDM serta infrastruktur menjadi penting.

"Sistem pendidikan untuk meningkatkan produktivitas jangka panjang dan kedua infrastruktur bisa meningkatkan konektivitas," katanya.

Selanjutnya, pertumbuhan mobilitas ekonomi antara satu daerah dan daerah lain bisa teramplifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.