Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira Ini Perlu Ditiru Daerah Lain, Pemprov Kepri Gratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri Mulai 2025

📅 Selasa, 02 Apr 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira Ini Perlu Ditiru Daerah Lain, Pemprov Kepri Gratiskan SPP SMA/SMK/SLB Negeri Mulai 2025 Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menggratiskan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) seluruh siswa SMA/SMK dan SLBnegeri mulai tahun 2025.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan program SPP gratis tersebut sudah masuk dalam pembahasan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2025.

"Program ini akan direalisasikan melalui APBD tahun anggaran 2025, dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp65 miliar," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Senin.

Ansar mengatakan SPP gratis ini memang hanya berlaku bagi SMA, SMK, dan SLB negeri yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kepri.

Sementara untuk sekolah-sekolah swasta, kata dia, tetap akan diberikan bantuan melalui dana insentif pendidikan bagi guru maupun siswa.

"Komitmen kami tetap pada pemerataan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta," ucap Ansar.

Ia menyampaikan bahwa program SPP gratis bertujuan membantu mengurangi beban pendidikan, khususnya bagi siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu.

Selain itu, juga diharapkan semakin meningkatkan angka partisipasi siswa, sehingga mereka bisa bersekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

"Program SPP gratis wujud perhatian kami terhadap dunia pendidikan di Kepri, karena anak-anak adalah aset berharga yang harus disiapkan sejak dini, mereka kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di negeri ini," ujar Ansar.

Sementara, berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemprov Kepri total ada 94 SMA dan 38 SMK negeri (termasuk SLB negeri) yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kepri Dewi Kumalasari mendukung penuh program SPP gratis siswa SMA/SMK/SLB negeri. Ia berharap program itu benar-benar terealisasi mulai tahun 2025.

Menurut dia, program SPP gratis selain mengurangi beban orang tua/wali murid, juga akan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) generasi penerus di daerah tersebut.

"Kami siap mengawal supaya program ini dapat terlaksana pada APBD tahun depan," kata legislator yang membidangi masalah pendidikan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.