Jalan Salib di Alam
Jumat, 29 Mar 2024, 10:30 WIBPENYAIR WS Rendra dalam bukunya "Mempertimbangkan Tradisi" menulis bahwa perjalanan ke alam adalah perjalanan percintaan. Dengan mencintai alam, akan sampailah pada cinta Sang Pencipta (alam).
Mungkin sejalan dengan ini, Seksi Liturgi Paroki Santa Maria para Malaikat Cipanas, Cianjur, Angel, membawa anak-anak Bina Iman Anak (BIA) untuk Jalan Salib di alam yang merupakan lingkungan Biara Santa Clara, Cipanas. Jalan Salib diadakan untuk merenungkan kisah sengsara Yesus dan wafat pada Jumat Agung.
"Kami bawa anak-anak ke sini. Latihannya cukup sekali, " ujar Angel. Jumlah BIA sendiri sekitar 30. Menurut Angel, ini juga tak lepas dari tema penggembalaan Keuskupaan Bogor 2024 yang mencakup fokus untuk anak dan remaja. Tahun lalu Keuskupan Bogor berumur 75.
Dia berharap anak-anak dengan Jalan Salib di alam ini mampu mencintai alam dan sesama. Anak-anak bertugas Jalan Salib dengan penuh semangat, bahkan mereka tetap menyelesaikan tugas walau harus dengan napas agak tersengal. Ketika ditanya Angel, apakah senang Jalan Salib di alam, mereka berteriak, "Senang."
Umat yang ambil bagian dalam Jalan Salib juga tampak khusyuk diikuti seluruh suster. Sore ini upacara dilanjutkan Ibadat Jumat Agung guna merenungkan kisah sengsara dan wadat Yesus di Gereja.
Melalui kematian Yesus pada hari Jumat Agung, seluruh dosa manusia ditebus dan mellaui kebangkitan-Nya, dunia diselamatkan.
sesama.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kejahatan Finansial Kian Licik! OJK Wanti-Wanti: Love Scam Makin Ganas di Dunia Digital
-
Status Masjid Raya Bandung
-
Suriah Kembali Membara, Bentrok Senjata Pecah di Wilayah Aleppo
-
Pemkot Tangsel Banten Bayar Rp90 juta untuk Buang Sampah ke Cileungsi
-
Jumat Agung, Mengenang Kisah Sengsara dan Wafat Yesus di Gereja Santa Helena
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.