Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia dan Kyrgyzstan Sepakat Tingkatkan Pembangunan PLTB dengan Kapasitas 1 GW

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 05:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rusia dan Kyrgyzstan Sepakat Tingkatkan Pembangunan PLTB dengan Kapasitas 1 GW Doc: ANTARA/HO-Rosatom
Ket. Rosatom dan Pemerintah Kyrgyzstan menandatangani perjanjian pembangunan PLTB di sela-sela pameran dan forum industri nuklir global ATOMEXPO 2024 di Sochi, Rusia, pada Selasa (26/3/2024).

Jakarta - Rosatom,BUMM energi nuklir Rusia dan Kyrgyzstan sepakat untuk mengembangkan dan melaksanakan proyek investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dengan kapasitas hingga 1 GW.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Divisi Energi Angin Rosatom Grigory Nazarov, Wakil Menteri Energi Republik Kyrgyzstan Talaibek Baigaziev, serta Direktur Jenderal Kantor Rosatom di Kyrgyzstan Dmitry Konstantinov pada hari kedua Forum Internasional ATOMEXPO 2024 yang diselenggarakan di Kota Sochi, Rusia, pada Selasa (26/3).

"Rosatom tertarik untuk mengimplementasikan proyek energi terbarukan di negara-negara sahabat Rusia. Kami memiliki semua kompetensi yang diperlukan untuk pembangunan dan pengoperasian ladang angin," kata Dirjen Nazarov.

Ia menjelaskan bahwa total kapasitas proyek PLTB yang dilaksanakan di Rusia telah melebihi 1 GW.

"Saya sangat menghargai dukungan dari Kementerian Energi Republik Kyrgyzstan. Munculnya PLTB di Kyrgyzstan tidak hanya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diversifikasi keseimbangan energi sistem energi, tetapi juga akan secara signifikan meningkatkan kualitas dan keandalan operasinya," ujarnya.

Pada tahap pertama, direncanakan akan dilaksanakan proyek percontohan pembangunan PLTB berkapasitas 100 MW di wilayah Issyk-Kul, Kyrgyzstan.

Divisi Energi Angin Rosatom telah memulai sejumlah survei lokasi PLTB dan juga telah memasang tiang untuk survei pengukuran angin.

Pada tahap kedua, direncanakan pengembangan lokasi tambahan untuk lokasi fasilitas RES dengan total kapasitas hingga 900 MW.

"Republik Kyrgyzstan memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik. Pembangunan fasilitas PLTB akan berkontribusi pada diversifikasi portofolio energi nasional dan menciptakan kompetensi lokal baru," kata Wakil Menteri Energi Kyrgyzstan Talaibek Baigaziev.

Ia meyakini kerja sama dengan Rosatom merupakan langkah penting dalam memperkuat keseimbangan kedaulatan energi serta menyediakan peluang besar bagi penduduk Kyrgyzstan.

Didirikan pada 2017, Divisi Energi Angin Rosatom memiliki kompetensi utama dalam industri tenaga angin-mulai dari desain dan konstruksi hingga teknik tenaga dan pengoperasian ladang angin.

Hingga saat ini, lebih dari 1 GW kapasitas pembangkit listrik tenaga angin telah dioperasikan. Secara total, pada 2027, Rosatom akan mengoperasikan PLTB dengan total kapasitas sekitar 1,7 GW.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Luar Negeri
Filipina Panggil Dubes Tion...
Luar Negeri
Provinsi Alberta Gelar Refe...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.