Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Analog Sagu Bisa Jadi Alternatif Pangan Utama

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Beras Analog Sagu Bisa Jadi Alternatif Pangan Utama Doc: ISTIMEWA
Ket. Menperin mengatakan selain bisa menjadi alternatif bahan pangan utama bagi masyara­kat, beras analog sagu juga dinilai lebih sehat karena mengandung pati resisten (resis­tant scratch) yang tinggi, serta indeks glikemik atau cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan untuk meningkatkan kadar gula da­rah dalam tubuh yang rendah, sehingga hal itu menurutnya baik untuk mencegah diabetes.

JAKARTA - Beras analog sagu bisa menjadi pangan utama pengganti beras, terutama saat terjadi kelangkaan. Hal ini bisa diwujudkan karena Indonesia memiliki lahan sagu sebesar 5,5 juta hektare yang berpotensi menghasilkan pati sagu sebanyak 34,3 juta ton.

"Untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri saat ini pemerintah mengupayakan pemenuhan pangan dari sumber alternatif. Sumber alternatif ini banyak, khususnya sagu, dan sagu berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan pangan sumber karbohidrat utama," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Senin (25/3).

Seperti dikutip dari Antara, Menperin mengatakan selain bisa menjadi alternatif bahan pangan utama bagi masyarakat, beras analog sagu juga dinilai lebih sehat karena mengandung pati resisten (resistant scratch) yang tinggi, serta indeks glikemik atau cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan untuk meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh yang rendah, sehingga hal itu menurutnya baik untuk mencegah diabetes.

Lebih lanjut, Menperin menyampaikan untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya selalu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait guna memenuhi kebutuhan suplai bahan baku.

"Jadi, kalau industri-industri sudah siap yang berkaitan dengan sagu, yang sekarang kita harus persiapkan lagi adalah hulunya dari suplainya, suplai bahan baku sagu," katanya.

Kerja Sama

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan tahun lalu pihaknya bekerja sama dengan beberapa industri besar yang merupakan produsen pati sagu nasional untuk meningkatkan utilisasi produksinya.

"Utilisasi produksi industri pati sagu nasional saat ini masih sangat rendah yaitu di bawah 30 persen. Hal ini sebagai dampak dari keterbatasan industri untuk memperoleh bahan baku empulur sagu," katanya.

Putu mengatakan pemerintah bekerja sama dengan industri pati sagu untuk mengembangkan model bisnis industri dengan menggunakan sagu basah produksi UMKM sebagai bahan baku di industri itu.

Pemanfaatan sagu basah UMKM dinilai mampu memperlambat proses oksidasi sehingga jangkauan bahan baku industri tersebut semakin luas, serta bisa memberikan nilai tambah pada petani sagu.

Putu mengatakan Kemenperin mendorong pengembangan sagu untuk diversifikasi pangan sumber karbohidrat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Sagu tepat untuk dijadikan produk diversifikasi, karena memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim dan cuaca.

"Pohon sagu dapat tetap tumbuh meskipun saat banjir ataupun pada saat masa kekeringan karena kemarau panjang, sehingga pohon sagu tidak terdampak fenomena alam seperti La Nina dan El Nino," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya mendorong pengembangan hilirisasi sagu di dalam negeri melalui dukungan peningkatan produksi pati sagu dan diversifikasi produk olahan pati sagu.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyebut program diversifikasi pangan Universitas Negeri Manado (Unima) merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...

Pemerintah Kota Bogor Lanjutkan Penertiban 516 Angkot

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Daerah
Dukung Pariwisata, DAMRI Bu...
Rona
Winter aespa Kena Herpes Zo...
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.