Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PUPR: Segera Revitalisasi Pasar Anyar

📅 Senin, 25 Mar 2024, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
PUPR: Segera Revitalisasi Pasar Anyar Doc: ANTARA/Pemkot Tangerang.
Ket. Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin (kanan) saat mendampingi Direktur Prasarana Strategis, Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR Essy Asiah (tengah) ketika meninjau Pasar Anyar, Jumat (22/3).

TANGERANG - Kementrian PUPR menginstruksikan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera memulai revitaliasi Pasar Anyar. "PUPR mengapresiasi upaya Pemkot Tangerang dalam mendukung rencana revitalisasi Pasar Anyar. Kami instruksikan agar segera dimulai," tandas Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Essy Asiah di Tangerang, Sabtu.

Essy mengaku telah meninjau Pasar Anyar pada hari Jumat (22/3). Dia mengapresiasi penyediaan titik relokasi hingga pemenuhan kebutuhan para pedagang. "Kreatif juga pakai U-Ditch sebagai pengganti meja-meja buat pedagang jualan," katanya.

Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin menambahkan, saat ini Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai upaya untuk dapat mendorong percepatan agar revitalisasi pasar segera dimulai. Hal ini lebih cepat lebih baik demi selesainya pengerjaan pembangunan pasar. Pasar Anyar dibangun tahun 1967. Jadi memang sudah waktunya untuk direvitalisasi karena sudah tua.

"Kami sudah lakukan berbagai upaya sosialisasi dan negosiasi kepada para pedagang agar mau sementara menempati titik relokasi," katanya. Nurdin berharap agar Kementerian PUPR dapat secara bertahap melakukan konstruksi. Hal itu dilakukan dulu sambil menanti upaya Pemkot untuk mendorong para pedagang mau mengosongkan gedung Pasar Anyar.

Sebelumnya, Pemkot Tangerang telah membantu proses pemagaran di sekeliling bangunan Pasar Anyar. Ini untuk membantu dan mempermudah proses pembangunan gedung pasar yang memiliki total luas 24.680 M2.

"Hanya tinggal beberapa yang masih merapikan dagangannya. Sedangkan sebagian besar sudah pindah ke Pasar Anyar Selatan dan Pasar Mambo," katanya. Kini masih ada sejumlah pedagang yang membandel, belum mau pindah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.