Bupati Banyuwangi Entaskan Kemiskinan Lewat Instrumen Program Padat Karya
Minggu, 24 Mar 2024, 07:45 WIBBanyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandanidi sela agenda Safari Ramadhan, meluncurkan program pengentasan kemiskinan dengan instrumen padat karya yang ada di Dinas PU Pengairan setempat.
"Saat ini, Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan yang ada. Meskipun sudah rendah, tapi berbagai intervensi masih harus dilakukan agar rakyat Banyuwangi benar-benar sejahtera," katanya di sela berbuka puasa bersama petani diEmbung Ja'i, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Salah satu upaya mengentas kemiskinan, lanjut Ipuk, adalah dengan melakukan intervensi kepada warga miskin yang masuk di databaseUGDKemiskinan Banyuwangi. Dari data tersebut, warga pra sejahtera yang masih produktif, akan dilibatkan dalam program padat karya yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi.
Untuk di Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, katanya, mentargetkan bisa menyentuh 2.400 orang yang terbagi dalam 80 lokus kerja di seluruh Banyuwangi.
Hal tersebut juga akan diluaskan jangkauannya dengan melibatkan sejumlah instansi lain yang memiliki program padat karya.
"Tidak hanya program pembangunan yang berjalan, tapi juga bisa berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja bagi warga miskin," kata Ipuk.
Ipuk juga memaparkan berbagai program pembangunan di Kecamatan Bangorejo, mulai dari infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga kesehatan.
"Tentu saja, masih ada keterbatasan, karena memang tenaga dan kemampuan anggaran pemerintah juga terbatas. Dengan bersilaturahmi ini, kami berharap bisa ada gotong royong untuk mengatasi keterbatasan yang ada," tuturnya.
Dalam rangkaian Safari Ramadan itu, Bupati Ipuk juga shalat tarawih berjamaah di Masjid Thoriqul Jannah, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.
Di masjid itu pula bersilaturahmi dengan keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi dan tokoh masyarakat se Kecamatan Bangorejo.
Ketua LDII Banyuwangi H. Astro Djunaidi menyambut hangat kedatangan Bupati Ipuk tersebut.
??????Menurutnya, kegiatan safari ini, sebagai wujud ukhuwah (persaudaraan) dalam merajut harmoni di Banyuwangi.
"Dengan terjalinnya silaturahmi ini, bisa meningkatkan ukhuwah. Ini hal penting bagi pembangunan Banyuwangi," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cari Samsat Keliling Terdekat? Ini 14 Lokasi Jadetabek yang Buka Selasa
-
Pasukan Bela Diri Jepang Bantu Operasi Pemadaman Karhutla di Kalbar
-
Jadwal Internasional Bikin Pemain Kelelahan, Pelatih Timnas Belanda Xavi Hernandez Akhirnya Buka Suara
-
Nasib 4 Juta Driver Ojol Terjawab, DPR Resmi Masukkan Legalitas Transportasi Online ke RUU LLAJ
-
Hotel Indigo Yogyakarta Siap Hadir pada 2029, Angkat Karakter Budaya Lokal
-
Pemulung Terperangkap dalam Skema Jaring Kemiskinan Struktural
-
Synchronize Fest 2026 Masuki Tahun ke-11 dengan Semangat Gerakan Musik Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.