Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Depok Beri Diskon Sembako 60%

📅 Rabu, 20 Mar 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Depok Beri Diskon Sembako 60% Doc: ANTARA/Feru Lantara
Ket. Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono

DEPOK - Upaya meringankan beban warga terus dilakukan Pemkot Depok di saat harga-harga kebutuhan terus melambung. Salah satunya dengan menggelar pasar murah di 11 kecamatan. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk menekan laju inflasi.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, Selasa (19/3) mengatakan program ini diluncurkan bertujuan membantu masyarakat yang kekurangan. Selain itu, juga diadakan dalam rangka menangani inflasi daerah.

"Supaya harga-harga tidak melambung, Pemkot menggelar pasar murah. Kita member subsidi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan sarden," ujar Imam.

Dalam program ini Pemkot Depok memberikan subsidi sebesar 60 persen dari harga asli paket sembako. Harga diturunkan dari 138.000 menjadi 53.000 rupiah.

"Warga yang mendapatkan bantuan terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Untuk Kelurahan Tugu ada 107 penerima manfaat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri, mengatakan pasar murah merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Sebab, diketahui menjelang puasa harga-harga pangan terus naik. Imbasnya, penurunan daya beli masyarakat.

"Pemerintah memberikan subsidi di setiap satu paket sembako. Ini juga bagian dari upaya menekan inflasi dan menurunkan harga agar terjangkau masyarakat," ujarnya. Dikatakannya, pasar murah diadakan di 11 kecamatan tanggal 18-26 Maret.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah terus berupaya menekan inflasi dari hulu ke hilir. Pemkot juga terus memantau stok dan harga pangan selama puasa. "Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait permintaan pasokan bahan pokok," ujarnya. Menurutnya, stok bahan pokok aman dan harga relatif terjangkau. Sedangkan Inflasi Depok saat ini 2,36, masih di bawah nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.