Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik dan Disukai

📅 Senin, 18 Mar 2024, 06:40 WIB | Oleh:
Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik dan Disukai Doc: Istimewa

Pertanyaan:

Bu Rossa, sudah beberapa bulan ini saya diserahkan tugas menjaditeam leaderyang membawahi rekan-rekan kerja saya sendiri. Ternyata tidak semudah yang saya duga, sering kali saya menemui kesulitan saat memimpin dan mengarahkan mereka.

Bu Rossa mohon tipsnya, bagaimana agar menjadi pemimpin yang baik dan disukai.

Jawaban:

Bila saat ini Anda sedang diberi kepercayaan untuk memimpin rekan-rekan kerja dan Anda selalu mengalami kesulitan saat memimpin mereka, itu tandanya Anda harus berubah. Memang tidak mudah menjadi pemimpin yang baik dan disukai. Perlu sejumlah cara untuk mencapainya.

Berikut tips menjadi pemimpin yang baik dan disukai.

Mampu Melakukan Percakapan Akrab

Pemimpin yang baik dan disukai selalu bisa akrab dengan orang-orang yang dipimpinnya. Dan agar bisa akrab, seorang pemimpin yang baik mesti melakukan percakapan akrab dengan mereka.

Percakapan bisa dibangun dari hal-hal sederhana, misalnya: menanyakan kabar mereka atau menanyakan kepada mereka apakah mereka sudah sarapan di pagi ini.

Cobalah untuk mendengar jawaban mereka atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jawaban yang mereka ungkapkan bisa membuat Anda lebih kenal dengan pribadi dan pola pikir mereka dan membuat Anda lebih paham cara memperlakukan mereka.

Memberi Kesempatan Kepada Orang yang Dipimpin untuk Mengembangkan Diri

Setiap orang tentu ingin berkembang, termasuk orang-orang yang Anda pimpin. Untuk itulah, sebagai pemimpin yang baik, Anda harus mau memberi mereka kesempatan untuk berkembang.

Supaya mereka berkembang, Anda bisa memberikan mereka beberapaopportunity, seperti pelatihan khusus, kelas pengembangan leadership, dan konferensi/seminar para profesional.

Kalau orang-orang yang Anda pimpin tidak tahu bagaimana cara mengembangkan dirinya, maka Anda tak usah khawatir. Anda bisa membantunya untuk menemukan hal-hak apa saja yang perlu mereka tingkatkan di diri mereka. Hal ini kelak membuat mereka mau untuk mengembangkan dirinya sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.