- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dubes Korsel: Pencarian 4 ...
Dubes Korsel: Pencarian 4 WNI Korban Kapal Tenggelam Terus Dilakukan
Minggu, 17 Mar 2024, 08:46 WIBTANGERANG - Pemerintah Korea Selatan melalui tim pencarian dan penyelamatan Korean Coast Guard (KCG) terus mengupayakan pencarian empat warga negara Indonesia (WNI), yang hilang karena tenggelamnya kapal penangkap ikan 2 Haesinho di lepas pantai selatan Kota Tongyeong, Korsel, Sabtu (9/3/2024).
"Pemerintah Korea Selatan akan melanjutkan mencari empat korban asal Indonesia yang sampai sekarang ini belum diketemukan," ucap Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Lee Sang Deok di Tangerang, Banten, Sabtu.
Ia mengatakan otoritas Korsel sudah mengerahkan 19 kapal KCG, satu kapal Angkatan Laut Korea, dan 27 kapal swasta yang berada di sekitar lokasi, ditambah 13 helikopter dan 20 penyelam untuk proses pencarian korban tenggelamnya kapal penangkap ikan tersebut.
Selain itu, Pemerintah Korsel telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan sebagai pemilik kapal untuk mempersiapkan pemulangan tiga jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang telah ditemukan sebelumnya, serta pemenuhan hak-haknya.
Dalam kesempatan tersebut, Leejuga menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap para keluarga korban kecelakaan kapal tersebut.
Pihaknya berjanji akan segera memberikan kabar terbaru terkait perkembangan proses pencarian para korban tenggelam.
"Sekali lagi saya ikut berduka cita atas kepergian yang dialami oleh warga Indonesia. Atas nama masyarakat Korea, sekali lagi saya ucapkan ikut berduka cita atas kehilangannya," ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah menerima sebanyak tiga jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban kapal tenggelam di lepas pantai selatan Kota Tongyeong melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Dalam pemulangan jenazah korban kapal tenggelam itu teridentifikasi identitasnya, yakni Maulana Mansyur asal Sukabumi, Jawa Barat; R Arie Permana asal Sumedang, Jawa Barat; dan Safrudin, warga Brebes, Jawa Tengah.
Ketiga jenazah ABK itu diangkut menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia jenis Airbus A330-343, nomor penerbangan GA879 rute Jakarta, yang mendarat pukul 15.55 WIB di Terminal Kargo Bandara Soetta, Sabtu sore.
Atas kepulangan ketiga jenazah PMI ini, BP2MI langsung segera mengembalikan dan mengantarkannya ke daerah asal masing-masing.
Sedikitnya tujuh orang hilang setelah kapal nelayan tenggelam di lepas pantai selatan Kota Tongyeong, Korea Selatan, Sabtu lalu.
Sebanyak sembilan anggota kru, termasuk tujuh WNI berada di dalam ketika kapal seberat 29 ton terbalik pada pagi hari di perairan yang terletak sejauh 68 kilometer di selatan pulau daerah Tongyeong, Provinsi Gyeongsang Selatan, demikian lapor Yonhap News, mengutip petugas patroli pantai.
Dua anggota kru ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kapal dan telah dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, operasi pencarian anggota lainnya masih dilakukan.
Otoritas Korea Selatan belum memberikan informasi tambahan mengenai kewarganegaraan dua kru lainnya tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Rp55.150 Per Kg, Telur Ayam Rp29.600 Per Kg
-
Pelaku UMKM yang Akan Mengekspor Produk Tetap harus Memiliki HAKI
-
Bantuan Pangan Turun ke Kupang! 6.000 Keluarga Rawan Pangan Kebagian
-
IHSG Hari Ini Menguat Seiring Momentum Musim Laporan Keuangan Semester I
-
Pemprov Kepri Ingatkan Pentingnya Keamanan Objek Wisata Selama Libur Sekolah
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
SAR Mataram selamatkan 45 penumpang Kapal Tenggelam di Perairan Bima
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.