Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panen Raya di Lebak Sumbang Ketersediaan Pangan Masyarakat

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panen Raya di Lebak Sumbang Ketersediaan Pangan Masyarakat Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Petani di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak tengah menanen padi pada Maret 2024 seluas 150 hektare sehingga mampu menyumbangkan ketersediaan pangan lokal dan peningkatan ekonomi mereka.

LEBAK -Puncak panen raya di Kabupaten Lebak, Banten, terjadi pada Maret 2024 dengan lahan seluas 13.858 hektare sehingga mampu menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat dan peningkatan ekonomi petani."Kami meyakini panen ini dipastikan harga beras di pasaran menurun," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat (15/3).Panen raya di Kabupaten Lebak dapat menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat, karena produksinya dipasok ke sejumlah pasar lokal di daerah itu.Selain itu juga panen raya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani, karena harga gabah basah masih di atas harga patokan pemerintah (HPP) Rp5.000/kg.Karena itu,panen Maret yang tanam pada Januari 2024 lalu dipastikan kualitas gabahnya relatif baik tanpa serangan hama maupun penyakit tanaman.Selain itu juga harga gabah basah ditampung Rp6.000/kilogram sehingga tingkat pendapatan ekonomi petani juga relatif baik.Jika produktivitas panen rata-rata 6 ton gabah basah/hektare dan dijual 5 ton dengan harga Rp6.000/kg sehingga bisa menghasilkan pendapatan Rp30 juta.Dari pendapatan Rp30 juta itu, tentu keuntungan bersih petani bisa mencapai Rp20 juta setelah dipotong biaya upah kerja dan pupuk Rp10 juta/hektare.Sedangkan, kata dia, satu ton gabah yang tidak dijual itu sebagai cadangan pangan petani untuk konsumsi keluarga hingga kembali panen."Kami mengapresiasi panen Maret itu menguntungkan petani, karena harga gabah basah di atas HPP," kata Deni.Menurut dia, pihaknya memastikan perputaran uang pada panen Maret 2024 itu dipastikan mencapai puluhan miliar rupiah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.Bahkan, penyerapan gabah hasil panen itu cukup banyak, selain tengkulak juga perusahaan produksi beras hingga Perum Bulog.Namun demikian, pihaknya berharap cuaca musim hujan tidak berlangsung lama, karena saat ini petani juga kesulitan untuk mengeringkan gabah dari sinar matahari.Sedangkan,alat pengering atau dryar relatif terbatas, sehingga dikhawatirkan curah hujan tinggi bisa berdampak terhadap kualitas gabah."Kami berharap pekan depan memasuki musim kemarau sehingga kualitas gabah relatif bagus," katanya.Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Lebak mengalami penurunan pada pekan ini.Untuk kualitas beras medium KW 1 dijual Rp14.900 dari sebelumnya Rp15.800/kg, beras medium KW 2 dijual Rp14.000 dari sebelumnya Rp14.700/kg dan beras medium KW 3 dijual Rp12.800 dari semula Rp13.500/kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.