Dokter Spesialis Ini Bagikan Tips Aman Berpuasa bagi Pasien Penyakit Jantung
Jumat, 15 Mar 2024, 00:03 WIBJakarta - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Mega Febrianora membagikan sejumlah tips bagi pasien penyakit jantung dalam berpuasa, dan mengatakan bahwa puasa bermanfaat bagi kesehatan jantung.
"Kenapa? Karena kalau kita berpuasa itu kita ada periode keheningan metabolisme atau lagi berhenti dulu nih, jeda dulu metabolismenya," ujar Mega dalam gelar wicara eksklusif "Tips Aman Berpuasa bagi Pasien Jantung" yang disiarkan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis.
Dokter itu menyebut bahwa apabila dirunut, salah satu penyebab penyakit jantung adalah pola hidup, yang salah satunya adalah makanan. Jeda tersebut, katanya, memberikan istirahat pada perut dan sistem metabolisme, yang biasa disibukkan dengan mencerna makanan, dan pada akhirnya menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL).
Selain itu, katanya, saat puasa tidak boleh merokok, dan diketahui bahwa rokok merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.
"Jadi ketika berpuasa, faktor peradangannya ini tersupres. Nggak ada karena nggak boleh merokok kan kalau puasa. Nah inilah yang membuat puasa itu sebenarnya memberikan banyak sekali manfaat bagi pasien jantung," ujarnya.
Dia menjelaskan, ada dua hal yang perlu diperhatikan para pasien ini saat menunaikan ibadah puasa, yaitu obat-obatan serta gaya hidup sehat. Menurut Mega, rata-rata obat untuk jantung dikonsumsi satu kali sehari, ada sebagian yang dua kali sehari, dan ada juga yang tiga kali sehari, namun jenis obat itu jarang ditemukan.
Kata Mega, untuk obat dapat dikonsumsi sesuai saran dokter, misalnya bagi yang satu kali sehari bisa saat sahur atau berbuka, dan yang dua kali bisa mengonsumsi sebelum sahur atau setelah berbuka.
"Nah, kalau obatnya 3 kali sehari gimana, dok? Teman-teman bisa ada opsi, boleh request sama dokternya untuk kita ganti ke obat-obatan yang bisa 1 kali sehari atau 2 kali sehari," katanya.
Sejumlah obat, katanya, ada yang sebaiknya dikonsumsi saat malam hari, seperti obat pengencer darah atau penurun kolesterol. Selain itu, katanya, ada yang membuat pasien sering buang air kecil, karena membuat kelebihan cairan.
Mega menyebut bahwa perlu bertemu dokter untuk konsultasi tentang obat tersebut apabila dirasa membuat haus, agar dapat dikurangi atau dihentikan. Dia juga mengingatkan untuk mengisi perut dahulu sebelum meminum obat, karena ada beberapa obat yang bersifat asam, sehingga membuat lambung perih.
Yang kedua, ujarnya, adalah olahraga. Olahraga yang baik bagi jantung adalah lima kali dalam seminggu, dengan satu sesinya 30 menit. Apabila kekurangan waktu, ujarnya, bisa 15 menit saja, namun akumulasi dalam seminggu harus 150 menit.
"Teman-teman bisa geser berolahraganya menuju ke berbuka, atau ngabuburitnya berolahraga. Jangan ngabuburitnya scrolling ya," katanya.
Jenis olahraga yang baik menurutnya adalah yang sederhana, yaitu jalan kaki atau bersepeda. Senam juga boleh, ujarnya, selama gerakan-gerakannya tidak terlalu berlebihan. Dokter itu menuturkan, yang terpenting adalah konsistensi.
Untuk berbuka, katanya, sebaiknya tidak berlebihan dan memakan buah manis yang segar, seperti kurma, agar glukosa darah membaik. Buah, katanya, memiliki fruktosa atau gula baik, sehingga aman bagi pasien penyakit jantung.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ada Apa dengan Es Kutub? Ilmuwan Bakal Survei Pesisir Antarktika
-
Cuaca Jakarta Selasa Didominasi Hujan, BMKG Imbau Waspada Aktivitas Luar Ruangan
-
Nepal Tuntut Kompensasi Iklim dari Negara Penghasil Emisi Terbesar
-
AMD Ryzen AI Embedded P100 Series, Solusi AI Skalabel untuk Industri 2026
-
Hasil Uji Abu Vulkanik Negatif, Pesawat dan Sisi Udara Mulai Dibersihkan
-
Genap 10 Tahun, Le Eminence Puncak Tebar Promo Menginap Hingga Aksi Sosial
-
Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.