Bapanas Sasar 1,4 Juta Keluarga Rawan Stunting untuk Bantuan Tahap II
Jumat, 15 Mar 2024, 11:08 WIBBEKASI - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyasar 1,4 juta lebih keluarga rawan stunting (KRS) di tujuh provinsi di Indonesia sebagai penerima bantuan pangan penanganan stunting tahap dua pada tahun ini.
"Bapanas bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melakukan upaya strategis mewakili pemerintah melakukan intervensi spesifik terhadap stunting, berkolaborasi dengan kementerian lainnya," kata Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/3).
Ia mengatakan paket bantuan berupa sepuluh butir telur serta satu ekor ayam potong itu disalurkan secara berkala sebanyak enam kali dalam enam bulan ke depan.
Adapun tujuh provinsi prioritas untuk distribusi bantuan adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikatakan Nyoto pengadaan telur dan ayam dilakukan lewat peran Kementerian BUMN yang menghubungkan dengan para peternak di daerah sasaran.
Sedangkan proses distribusi dilakukan Holding BUMN Pangan, ID FOOD, kepada 1.446.089 keluarga penerima manfaat.
Agenda peluncuran penyaluran bantuan tahap dua penanganan stunting itu digelar di Aula Kantor Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Salah satu penerima bantuan, Yanti Susanti (39) warga Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, menyebut bantuan pangan tersebut merupakan berkah bagi keluarganya di bulan puasa Ramadhan kali ini.
"Saya pernah sekali dapat bantuan juga, tapi sudah lama. Yang hari ini dapat telur dan ayam buat nanti makan sahur sama buka puasa," katanya.
Yanti dikaruniai tiga anak, masing-masing usia 20 tahun, 13 tahun, dan 4 tahun, mengetahui bahwa salah satu ciri anak dengan stunting adalah postur tubuh yang kerdil akibat gangguan tumbuh kembang.
"Alhamdulillah tidak ada anak saya yang stunting. Telur sama ayam ini mau saya bagi semua buat anggota keluarga, enggak cuma yang balita," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Pramono: Esensi Marhaenisme Adalah Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat Bawah
-
Waskita Kebut Proyek LRT Jakarta Fase 1B, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
-
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Bawa Tujuh dari 19 Orang Terjaring ke Jakarta
-
Libur Sekolah, Disparekraf Kendari Tambah Wahana Bermain Anak di Pantai Nambo.
-
Seratus Warga Jakarta Utara Ikut Hapus Tato Gratis di Kantor Walkot
-
Kantor Gubernur Kalsel DIkepung Kebakaran Hutan, BPBD Berjibaku Padamkan
-
Bunga Pinjaman Bulog Dipangkas! Dari 8 Jadi 5 Persen, Ini Dampaknya ke Harga Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.