IKN Dirancang dengan Prinsip Ekonomi Hijau
Selasa, 12 Mar 2024, 00:02 WIBJAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan Nusantara di Kalimantan Timur dirancang sesuai dengan prinsip ekonomi hijau atau green economy.
"Ibu Kota Nusantara juga dirancang agar sesuai dengan prinsip green economy yang di mana mengedepankan beberapa prinsip," ujar Staf Khusus bidang Komunikasi Publik/Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, di Jakarta, Minggu (10/3).
Seperti dikutip dari Antara, Troy menambahkan beberapa prinsip green economy tersebut. Pertama, selaras dengan alam. Pada dasarnya lebih dari 65 persen luas Ibu Kota Nusantara merupakan area untuk ruang hijau.
Kedua, tambah Troy, rendah emisi karbon. Ibu Kota Nusantara sedang dirancang agar dapat menggunakan energi terbarukan dalam memenuhi kebutuhan energi nantinya serta 60 persen penghematan energi untuk konservasi energi dalam gedung.
Ketiga, tambah Troy, prinsip sirkular dan tangguh. IKN dirancang agar di mana lebih dari 10 persen luas lahan disediakan untuk memenuhi produksi pangan.
Troy mengatakan IKN merupakan kota cerdas dan hijau di Indonesia dengan perangkat pembangunan keberlanjutan yang komprehensif. Pembangunan Ibu Kota Nusantara sendiri melalui lima tahap pembangunan dan akan selesai seutuhnya pada 2045.
Dia juga menjelaskan saat ini sudah ada Nusantara Net Zero Strategy 2045 atau peta jalan menuju kota dengan emisi nol bersih di 2045 serta Voluntary Local Review (VLR).
"Selain Nusantara Net Zero Strategy 2045, OIKN juga telah meluncurkan Voluntary Local Review (VLR) sebagai sasaran pembangunan berkelanjutan yang telah diluncurkan pada Februari 2024. Terkait peluncuran VLR, Ibu Kota Nusantara merupakan Ibu Kota pertama di dunia yang menyampaikan VLR-nya kepada PBB," katanya.
Masalah Lingkungan
Terkait tantangan penyusutan kawasan hutan yang berpotensi menimbulkan bencana alam dan konflik dengan satwa, Troy menjelaskan IKN telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk mitigasi masalah lingkungan di kawasannya.
"Lebih jauh, IKN telah merancang dan membuat koridor satwa dalam kawasan lindung, yang dibagi menjadi koridor alami dan buatan, sebagai inisiatif untuk meminimalisir konflik antara aktivitas manusia dan satwa liar," katanya.
Ia mengatakan Otorita IKN telah proaktif dalam mengatasi permasalahan ini, dengan menerapkan strategi komprehensif untuk menjaga kelestarian lingkungan. "Kami berkomitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, yang harmonis dengan alam dan masyarakat sekitar," kata Troy.
Otorita IKN saat ini berupaya meningkatkan jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
"Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Otorita IKN untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, memastikan IKN berkembang sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan harmonis dengan alam," ujar Troy.
Terkait masalah ketahanan pangan ini, warga Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, dalam Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN), Kalimantan Timur (Kaltim) mengaku siap memasok jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan penduduk IKN, baik dalam bentuk jamur segar maupun jamur olahan.
"Kebetulan saya pembudi daya jamur tiram sejak enam bulan lalu. Tidak banyak sih, tapi kalau ada permintaan untuk memasok jamur tentu bisa karena jumlah pembudi daya jamur tiram di KIKN cukup banyak," kata Inggar Efrianata, pembudi daya jamur tiram, di Sukomulyo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Jadi Seru, GoPay Spiker Hadirkan Lebih Banyak Pilihan Suara Notifikasi
-
Dorong Ekonomi Hijau, IRT Denpasar Sulap Sampah Dapur Jadi Pupuk Anggrek
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
Kirim Paket Makin Praktis, J&T Express Kini Hadir di Aplikasi MyTelkomsel
-
Green Financing Dibuka! Proyek Hijau RI Kini Gampang Dapat Modal, ESG-IN Gandeng IDCTA
-
LA Lakers Menang Tipis 105-104 atas Orlando Magic
-
Janice Tjen/Chan Hao-ching Hadapi Piter/Klepac di Babak Pertama Ganda Indian Wells
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.