Sam Altman Kembali ke Dewan Direksi OpenAI

Sabtu, 09 Mar 2024, 09:17 WIB

SAN FRANCICSO - Sam Altman akan kembali ke dewan OpenAI, kata perusahaan pada hari Jumat (8/3), beberapa bulan setelah keributan di ruang rapat yang membuatnya dipecat dan dipekerjakan kembali oleh perusahaan di balik ChatGPT.

Altman akan bergabung dengan dewan direksi bersama tiga direktur baru lainnya: Sue Desmond-Hellmann, mantan CEO Bill and Melinda Gates Foundation;Nicole Seligman, mantan presiden Sony Entertainment;dan Fidji Simo, CEO Instacart.

Ket. Foto: CEO Sam Altman akan kembali ke dewan OpenAI, kata perusahaan itu pada hari Jumat. — Sumber: AFP

Mereka akan bergabung dengan mantan co-CEO Salesforce Bret Taylor dan mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers.

Microsoft juga mendapatkan kursi pengamat di dewan OpenAI pada saat itu, sebuah langkah yang menuai kritik dan tuntutan hukum dari Elon Musk awal pekan ini, yang membantu mendirikan OpenAI pada tahun 2015 sebelum meninggalkan proyek tersebut.

"Saya sangat gembira menyambut Sue, Nicole, dan Fidji ke dalam Dewan Direksi OpenAI," kata Bret Taylor, ketua dewan OpenAI.

"Pengalaman dan kepemimpinan mereka akan... memastikan bahwa kami menjalankan misi OpenAI untuk memastikan kecerdasan umum buatan bermanfaat bagi seluruh umat manusia," tambahnya.

CEO Quora Adam D'Angelo adalah satu-satunya dewan lama yang mengambil keputusan untuk memecat Altman.

Altman adalah wajah dari ledakan AI yang muncul dengan keputusannya merilis ChatGPT pada November 2022.

Namun secara mengejutkan, dewan direksi perusahaan memecat Altman tanpa alasan yang jelas, sehingga memicu ancaman eksodus massal 700 karyawan perusahaan.

Microsoft, raksasa teknologi dengan investasi besar di OpenAI, menawarkan untuk mempekerjakan mereka yang meninggalkan perusahaan AI, memaksa dewan direksi berubah pikiran, lalu mempekerjakan kembali Altman setelah beberapa hari kekacauan.

Anggota dewan di balik pemecatan Altman meninggalkan posisi mereka.

Pemimpin yang Tepat

Setelah peristiwa tersebut, dewan baru meluncurkan penyelidikan internal atas apa yang terjadi.

Hasil penyelidikan tersebut "dengan suara bulat menyimpulkan bahwa Altman dan presiden Greg Brockman" adalah pemimpin yang tepat untuk OpenAI, "kata Taylor dalam sebuah pernyataan terpisah.

Perusahaan tersebut mengatakan penyelidikan yang ditangani oleh perusahaan luar WilmerHale, "meninjau lebih dari 30.000 dokumen; melakukan puluhan wawancara, termasuk anggota Dewan Direksi OpenAI sebelumnya, para eksekutif OpenAI, penasihat Dewan Direksi sebelumnya, dan saksi terkait lainnya..."

OpenAI tetap menjadi pembawa standar AI generatif, teknologi yang dapat menghasilkan teks dan gambar setingkat manusia dalam hitungan detik.

Namun perusahaan ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Google, Meta, dan startup lainnya, termasuk Anthropic, xAI milik Musk, dan perusahaan Prancis Mistral.

OpenAI kini terjebak dalam perselisihan hukum dengan Musk, yang menuduh Altman dan para eksekutif mengkhianati status nirlaba asli perusahaan tersebut.

Gugatan Musk menuduh bahwa OpenAI sekarang secara efektif merupakan anak perusahaan Microsoft, hal dianggap pelanggaran kontrak.

Penggunaan AI oleh Microsoft, dan teknologi OpenAI pada khususnya, telah menjadikannya perusahaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

OpenAI juga dituntut oleh The New York Times karena diduga menggunakan artikelnya secara ilegal untuk melatih model yang mendukung ChatGPT dan aplikasi lainnya.

The Times percaya ChatGPT memiliki kemampuan untuk menjadi pengganti jurnalismenya dan dibangun dengan mengambil kontennya dari internet tanpa pembayaran atau izin.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.