Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Serang Misil dan 'Drone' Huthi

30 Sabtu, 09 Mar 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Serang Misil dan 'Drone' Huthi AS Serang Misil dan 'Drone' Huthi Doc: AFP/ANSARULLAH MEDIA CENTRE
Ket. Misil Huthi | Kendaraan pengangkut misil jelajah antikapal melintas saat parade militer di Provinsi  Hodeida wilayah Yaman barat yang dikuasai oleh kelompok  Huthi pada 1 September 2022 lalu. Pada Kamis (7/3) Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pihaknya telah menyerang misil dan drone Huthi yang ada di Yaman.

DUBAI - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan pertahanan diri pada Kamis (7/3) terhadap empat misil jelajah antikapal bergerak (anti-ship cruise missile/ASCM) dan satu kendaraan udara tak berawak (UAV) Huthi yang berada di wilayah Yaman yang dikuasai kelompok pemberontak itu.

"Pasukan kami menembak jatuh tiga UAV yang diluncurkan menuju Teluk Aden dari wilayah yang dikuasai Huthi yang didukung Iran di Yaman," ungkap CENTCOM.

Serangan itu dilancarkan setelah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/3) berjanji akan meminta pertanggungjawaban pemberontak Huthi di Yaman atas serangan terhadap kapal curah yang menewaskan dua orang, yang tampaknya merupakan korban jiwa pertama dalam serangan pemberontak terhadap kapal kargo.

"Kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka. Kami menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama," kata juru bicara kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, kepada wartawan.

Pemberontak Huthi yang menguasai sebagian besar Yaman dan didukung oleh Iran, menyerang kapal-kapal di perairan komersial yang penting sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap Palestina ketika Israel menggempur Gaza yang dikuasai Hamas sebagai tanggapan terhadap serangan 7 Oktober.

Serangan kapal Huthi tidak hanya mengganggu perdagangan internasional, namun juga mengganggu kebebasan navigasi di perairan internasional, serta tidak hanya membahayakan pelaut, namun kini secara tragis menewaskan sejumlah dari mereka," kata Miller.

Ketika ditanya apakah serangan terbaru ini menunjukkan kegagalan serangan AS dan Inggris terhadap kelompok Huthi, Miller berkata, "Kami selalu menjelaskan bahwa ini akan menjadi proses jangka panjang, baik untuk mencegah maupun untuk menurunkan kemampuan Huthi dalam melaksanakan serangan."

Di lain pihak, kelompok Huthi Yaman pada Rabu mengatakan bahwa AS dan Inggris telah melakukan dua serangan udara yang menyasar Bandara Internasional Al Hudaydah di Yaman barat.

"Dua serbuan oleh pesawat tempur AS dan Inggris menargetkan Bandara Internasional Al Hudaydah," demikian laporan saluran televisiAl Masirahyang berafiliasi dengan Huthi lewatTelegram, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai apakah serangan tersebut menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material.

Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah dua pelaut tewas dan beberapa lainnya terluka setelah misil Huthi menghantam kapal curah berbendera Barbados, True Confidence, di Teluk Aden.

Sebelum perang terjadi antara pemerintah Yaman dengan Huthi sembilan tahun lalu, Bandara Internasional Al Hudaydah menyediakan layanan penerbangan domestik dan internasional, namun saat ini tidak beroperasi. Al Hudaydah, selain memiliki garis pantai yang panjang, juga merupakan salah satu provinsi terpenting Yaman karena menjadi tempat tiga pelabuhan vital.

Sejak awal tahun ini, koalisi pimpinan AS telah melancarkan serangan udara terhadap sasaran Huthi di Yaman sebagai balasan atas serangan mereka terhadap kapal-kapal yang lewat, yang terkadang mendapat balasan dari kelompok tersebut.

Dengan intervensi Washington DC dan London serta terjadinya ketegangan yang semakin meningkat pada Januari, dan Huthi mengumumkan bahwa mereka menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai sasaran militer.

Kabel Bawah Laut

Sementara itu seorang pejabat pertahanan AS pada Kamis menyatakan bahwa jangkar kapal yang diserang pemberontak Huthi Yaman telah memutus kabel internet dan komunikasi global di bawah Laut Merah.

"Kami saat ini menilai bahwa kerusakan yang terjadi pada kabel bawah laut adalah akibat dari serangan misil Huthi pada 18 Februari terhadap kapal kargo Rubymar, yang kini telah tenggelam," kata pejabat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...

Pemprov Jakarta Terus Dorong Pilah Sampah dari Rumah

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pemprov Jakarta Terus Doron...
Luar Negeri
PBB Soroti Lambatnya Pemuli...
Nasional
UMKM Butuh Izin Mudah, Buka...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.