Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTS Nusa Penida Bisa Jadi Pelopor Energi Baru Terbarukan di Indonesia

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 10:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS Nusa Penida Bisa Jadi Pelopor Energi Baru Terbarukan di Indonesia Doc: dpr.go.id
Ket. Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto saat bertukar cenderamata usai pertemuan di Denpasar, Bali, Kamis, (7/3/2024).

DENPASAR - Anggota DPR RI Sugeng Suparwoto mengungkapkan pendapatnya terkait langkah PT PLN Provinsi Bali yang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan harapan bisa memulai sedikit demi sedikit upaya menekan emisi bahan bakar fosil yang sangat besar.

"PLTS Nusa Penida mempunyai 3,5 MWac, ini adalah sebuah langkah awal dan strategis bagi transisi energi yang diwujudkan dengan membangun PLTS yang berada di pulau Nusa Penida, dan memperoleh pengalaman empirik dimana mengganti energi fosil dengan energi baru sehingga bisa ditingkatkan untuk cakupan yang lebih luas lagi," ujar Sugeng saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Denpasar, Bali, Kamis (7/3).

Sugeng juga mempertanyakan Kementerian ESDM yang didukung PLN mengenai rasio elektrifikasi, bahwa tingkat elektrifikasi di Indonesia sebesar 99,54% tetapi berbeda dengan data faktual yang ditemukan masih banyak desa yang belum mendapatkan sumber daya listrik, maka dari itu Komisi VII DPR RI mencoba untuk mencocokkan data kembali agar kedepannya dapat menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBET) di seluruh Indonesia.

"Disebutkan oleh Pemerintah juga di dukung oleh oleh PT PLN tingkat elektrifikasi kita sudah mencapai 99,54% hanya tinggal kurang lebih 0,46% saja yang kurang, kurang lebih 450 ribu rumah tangga yang belum teraliri listrik, tetapi faktanya banyak masyarakat di desa-desa yang belum mendapatkan langsung sambungan listrik, maka dari itu kita harus mencocokkan kembali data-datanya dengan PT PLN supaya jaringan listrik dapat menjangkau desa-desa terjauh sekalipun,"katanya.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon guna menjaga kenaikan suhu global. Salah satu upayanya menaikkan targetEnhanced Nationally Determined Contribution(E-NDC) menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada tahun 2030. Demi mencapainet zero emissionspada tahun 2060 atau lebih awal.

Mengawali hal tersebut, PT PLN telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan harapan dapat membangun sebuah transisi energi yakni Energi Baru Terbarukan (EBET) khususnya di Provinsi Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.