Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perusahaan Pembiayaan Terus Diperkuat

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 09:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perusahaan Pembiayaan Terus Diperkuat Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028. Peta jalan itu sebagai landasan untuk pembuatan aturan industri pembiayaan nonbank ke depan, sejalan dengan mandat UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"Ini adalah roadmap yang ketujuh bagi Dewan Komisioner OJK yang telah menjalankan mandatnya sejak Juli 2022," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya dalam acara Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayan 2024- 2028, di Jakarta, Selasa (5/3).

Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028 ditopang dengan empat pilar prinsip pengembangan dan penguatan, yang mencakup pertama, pilar penguatan ketahanan dan daya saing. Kedua, pilar pengembangan elemen-elemen dalam ekosistem. Ketiga, pilar akselerasi transformasi digital; dan keempat, pilar penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan.

Mahendra melanjutkan, saat ini perusahaan pembiayaan memegang peranan penting dalam menunjang ekonomi nasional. Seiring dengan pertumbuhan perekonomian domestik, industri perusahaan pembiayaan terus menunjukkan kinerja pertumbuhan yang baik.

Hal itu tercermin dari outstanding pembiayaan yang disalurkan industri di bulan Desember 2023 tercatat tumbuh sebesar 13,23 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), dengan nominal pembiayaan sebesar 470,86 triliun rupiah. Pertumbuhan tersebut, juga diikuti dengan kualitas risiko pembiayaan yang terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) sebesar 2,44 persen.

Fase Implementasi

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menjelaskan implementasi peta jalan akan dibagi ke dalam tiga fase dalam kurun waktu 2024-2028. Diawali dengan Fase 1 dilakukan penguatan fondasi (2024- 2025), dilanjutkan dengan Fase 2 yang merupakan tahap konsolidasi dan menciptakan momentum (2026-2027). Kemudian diakhiri dengan Fase 3 dengan dilakukannya penyesuaian dan pertumbuhan (2028).

Berdasarkan peta jalan tersebut, ada beberapa strategi yang akan dijalankan yang meliputi penguatan permodalan, tata kelola, manajemen risiko, dan SDM. Menerapkan penguatan pengembangan usaha. Penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan. Penguatan perlindungan konsumen dan pengembangan elemen ekosistem. Kemudian, akselerasi transformasi digital.

Agusman mengatakan, setiap strategi memiliki program kerja masing-masing sebagai rencana aksi (action plan) konkret untuk diimplementasikan para pemangku kepentingan. "Roadmap ini merupakan living document, sehingga bersifat adaptif dan dapat disesuaikan seiring dinamika perkembangan ekonomi dan industri perusahaan pembiayaan ke depan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan saat ini sebagian besar kegiatan usaha perusahaan pembiayaan merupakan pembiayaan multiguna atau pembiayaan untuk kegiatan konsumtif yaitu sekitar 52 persen per Desember 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.