Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muhammadiyah Dinilai Berperan Jaga Keharmonisan

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhammadiyah Dinilai Berperan Jaga Keharmonisan Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Silaturahim usai pemilu -- Menko Polhukam Hadi Tjahjanto (kiri), Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti (kanan) berfoto usai pertemuan di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/2). Kegiatan tersebut selain menjadi ajang silaturahim juga untuk membahas kondisi pascapemilu yang harus tetap kondusif.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menilai organisasi Islam PP Muhammadiyah berperan dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah situasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"PP Muhammadiyah ini adalah organisasi kemasyarakatan yang bernafaskan Islam dan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat," kata Hadi di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2) malam.

Menurut Hadi, organisasi keagamaan seperti PP Muhammadiyah memiliki pengaruh banyak bagi masyarakat, terutama yang beragama Islam.

Pengaruh itu, lanjut Hadi, bisa dipergunakan untuk menyampaikan narasi perdamaian saat masa pemilihan umum. Hal tersebut dinilai Hadi dapat berpengaruh dalam memperkecil konflik antar pendukung peserta Pemilu.

Sejauh ini, kata Hadi, pengaruh tersebut sudah diberikan PP Muhammadiyah. Hal tersebut terlihat dari pemilihan presiden dan anggota legislatif yang sejauh ini berjalan kondusif. "Sebelum Pemilu juga peran PP Muhammadiyah dalam menjaga kondisi aman dan damai itu terus berlangsung dan seperti itu saja sudah sangat mendukung situasi damai," kata Hadi.

Dia berharap PP Muhammadiyah dan seluruh elemen organisasi keagamaan lainnya mampu menjaga kondusifitas dan keamanan masyarakat hingga presiden, wakil presiden hingga calon legislatif terpilih secara sah.

Gerakan Pro-Khilafah

Terpisah, Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Sri Yunanto mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa pergerakan kelompok pro-khilafah masih tetap eksis di Indonesia.

Belakangan ini, menurutnya, muncul acara bernuansa pop-culture dengan judul "Metamorforshow: It's Time to be One Ummah" yang digelar di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 19 Februari 2024 lalu. Dia menduga kegiatan itu berkaitan dengan propaganda penegakan khilafah oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Kita semua harus memahami bahwa gerakan yang ingin mengangkat sistem khilafah itu belum benar-benar hilang dalam masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam," kata Yunanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/2).

Dia mengatakan walaupun organisasi HTI itu sudah dibubarkan oleh pemerintah pada tahun 2017 lalu, tetapi aktivitasnya tetap berjalan di bawah permukaan. Seperti halnya gerakan klandestin lainnya di negara lain, dia mengatakan dilarangnya HTI tidak membuat geliat para aktivisnya mati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.