Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Lonjakan Harga, Pemprov Banten Siapkan Delapan Titik Operasi Pasar Jelang Ramadhan

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Lonjakan Harga, Pemprov Banten Siapkan Delapan Titik Operasi Pasar Jelang Ramadhan Doc: ANTARA/Mulyana
Ket. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso.

Serang - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan delapan titik lokasi operasi pasar menjelang Ramadhan guna menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Untuk provinsi kita siapkan delapan titik nanti awal Maret ini. Kemudian nanti kabupaten/kota juga mengadakan di masing-masing kecamatan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso di Serang, Senin.

Ia mengatakan, operasi pasar yang dilakukan di pasar-pasar tersebut nantinya akan menjual kebutuhan pokok yang paling banyak dibutuhkan masyarakat seperti beras, minyak, telur, daging, tepung terigu dan lainnya.

"Beras misalnya kita siapkan minimal 2 ton untuk setiap titik dengan harga beras medium Rp10.900 per kilogram," kata Babar.

Ia mengatakan, terkait masih tingginya harga beras premium yakni kisaran Rp16 ribu per kilogram, disebabkan karena pasokan gabah lokal yang berkurang. Sebab para petani baru tanam padi pada Januari yang seharusnya tanam pada November Desember 2023.

"Nah akibat panen terlambat karena tanam-nya terlambat. Sehingga beras di pasaran berkurang. Nah, sementara beras yang diminati itu berasal dari gabah lokal yakni beras premium," kata Babar.

Menurutnya, karena harga gabah-nya tinggi yakni sekitar Rp8.000 lebih per kilogram. Jadi kalau hitungan pasar harga gabah sekitar Rp8.000 per kilogram, maka harga berasnya bisa dua kali lipat yakni Rp16 ribu per kilogram harga pasarnya.

"Jadi wajar kalau di pasar harga beras premium Rp16.000 per kilogram," kata Babar.

Adapun upaya sementara Pemprov Banten mencoba mengendalikan harga dengan beras impor yakni beras dari Bulog dengan harga Rp10.900 per kilogram.

"Nah sekarang itu sudah mulai diminati dengan harga pasar beras premium yang tinggi. Masyarakat sudah mau mengkonsumsi beras tersebut dan itu sedang kita upayakan distribusi-nya karena warung-nya terbatas," kata Babar.

Ia mengatakan, beras Bulog itu dulu warung-nya hanya di Pasar Lama dan Pasar Rau Kota Serang. Sekarang akan diperluas diupayakan di kecamatan-kecamatan seperti di Kecamatan Petir, di Barus dan di Anyer.

"Nah itu sedang kita tambah outlet itu kerja sama dengan BUMD melalui warung Banten," kata Babar.

Sedangkan harga komoditi lainnya seperti minyak, daging ayam dan kebutuhan lainnya masih standar.

"Kecuali harga telur ayam masih ada kenaikan rata-rata Rp2.000 per kilogramdari harga eceran tertinggi. Ini karena harga jagung masih tinggi," kata Babar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.