Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belanda Adili Gembong Narkoba Ridouan Taghi, Penjagaan Super Ketat

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 14:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belanda Adili Gembong Narkoba Ridouan Taghi, Penjagaan Super Ketat Doc: Lavoixdunord.fr
Ket. Ridouan Taghi (inset) menunggu keputusan persidangan yang dijaga super ketat gedung pengadilan di pinggiran Kota Amsterdam, Belanda.

DEN HAAG - Gembong narkoba paling dicari di Belanda dan 16 tersangka lainnya, anggota kartel narkoba yang dijuluki "Mafia Mocro", akan diadili pada hari Selasa (27/2) waktu Belanda. Jaksa menuntut setidaknya enam hukuman seumur hidup.

Para hakim akan menjatuhkan putusan terhadap Ridouan Taghi dan warga kelahiran Maroko lainnya yang menghadapi dakwaan termasuk pembunuhan dan percobaan pembunuhan yang disebut jaksa sebagai "mesin pembunuh."

Putusan tersebut akan dibacakan pada pukul 09.00 waktu setempat di "The Bunker", gedung pengadilan yang super aman di pinggiran kota Amsterdam.

Taghi (46) diduga dalang kelompok yang berbasis di Amsterdam, yang dianggap sebagai salah satu pemasok kokain terbesar di Belanda.

Dia ditangkap di Dubai pada 2019, namun meski ditahan di penjara yang sangat aman, jaksa mengatakan Taghi melanjutkan terornya dari balik tembok penjara, dengan menyampaikan pesan rahasia kepada antek-anteknya di luar.

Para komentator mengatakan persidangan "Marengo", kata sandi peradilan untuk operasi yang mendakwa Taghi bersama 16 orang lainnya, belum pernah terjadi sebelumnya di Belanda.

Keamanan di sekitar persidangan sangat ketat, tentara Belanda menjaga gedung pengadilan.

Taghi dan rekan-rekannya diadili atas enam pembunuhan dan percobaan pembunuhan - termasuk memerintahkan 13 pembunuhan - yang dilakukan antara tahun 2015 dan 2017 terutama terhadap orang-orang yang dicurigai menjadi informan polisi.

Dalam satu kasus, seorang pria bernama Changachi ditembak mati di Utrecht pada 2017 dalam kasus pembunuhan dengan identitas yang salah.

Tak lama kemudian polisi melakukan terobosan dalam kasus tersebut, salah satu tersangka anggota geng bernama "Nabil B."menyerahkan diri dan bersedia menjadi saksi utama penuntut umum.

Gelombang Kekerasan

Gelombang kekerasan terjadi setelah Nabil B. menjadi saksi negara, menyebabkan tiga orang tewas dalam kejadian yang mengejutkan negara.

Saudara laki-laki Nabil B. dibunuh pada 2018, pengacaranya Derk Wiersum ditembak mati di luar rumahnya pada 2019, dan jurnalis kriminal terkemuka Belanda Peter R. de Vries terbunuh pada 2021.

De Vries ditembak mati di siang hari bolong di pusat kota Amsterdam ketika meninggalkan studio televisi, sebelum masuk dalam daftar sasaran Taghi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.