Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS akan Jatuhkan Sanksi Baru ke 500 Target yang Terlibat dalam Mesin Perang Russia

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS akan Jatuhkan Sanksi Baru ke 500 Target yang Terlibat dalam Mesin Perang Russia Doc: AFP/Mandel NGAN
Ket. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menjatuhkan sanksi baru terhadap lebih dari 500 target yang terkait dengan perang Rusia di Ukraina

WASHINGTON - Amerika Serikat berencana menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 500 target yang terlibat dalam perang Rusia di Ukraina, ketika pertempuran terus telah berlangsung dua tahun, kata Departemen Keuangan AS pada Kamis (22/2).

Tindakan yang akan dilaksanakan pada Jumat (23/2) ini akan berdampak pada "Rusia, pendukungnya, dan mesin perangnya," kata juru bicara Departemen Keuangan kepada AFP.

Pejabat itu menambahkan, sanksi ini akan diberlakukan baik dari Kementerian Keuangan maupun Departemen Luar Negeri.

Ini akan menjadi "tahap terbesar sejak dimulainya invasi Putin ke Ukraina," kata Departemen Keuangan, mengacu pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sejak Rusia menginvasi negara tetangganya Ukraina pada Februari 2022, Washington dan sekutunya telah memberlakukan sejumlah sanksi, yang menargetkan pendapatan Moskow dan kompleks industri militer.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembatasan harga yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, untuk memangkas pendapatan Moskow dari ekspor minyak dan produk minyak bumi.

Untuk mengurangi pendanaan perang sambil tetap memastikan pasokan ke pasar global, koalisi yang melibatkan negara-negara maju G7, Uni Eropa, dan Australia telah menetapkan batas harga minyak mentah Rusia sebesar 60 dollar AS per barel.

Karena pembatasan tersebut, Rusia mempunyai pilihan untuk menjual minyak dengan potongan harga ke negara-negara koalisi atau berinvestasi dalam membangun ekosistem alternatif.

Dalam beberapa bulan terakhir, koalisi mengumumkan rencana memperketat kepatuhan terhadap batas atas harga.

Sanksi 'terhadap Putin'

Sanksi baru yang akan diumumkan pada hari Jumat datang setelah pemimpin oposisi Kremlin Alexei Navalny meninggal pekan lalu di penjara Arktik.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya menegaskan kembali rencana pemberian sanksi. Sanksi tersebut akan "melawan Putin, yang bertanggung jawab atas kematian Navalny."

Pada hari Kamis, Biden mengatakan telah bertemu secara pribadi di California dengan janda Navalny dan putrinya.

Dia mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan dengan Yulia dan Dasha Navalnaya di San Francisco, mendiang Navalny adalah "seorang pria yang memiliki keberanian luar biasa."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.