Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumba Timur Ambil Langkah Strategis untuk Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 23:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sumba Timur Ambil Langkah Strategis untuk Atasi Kekeringan Lahan Pertanian Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur Nico Pandarangga mengunjungi kebun cabai milik petani milenial di Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, NTT, beberapa waktu lalu.

Kupang - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan beberapa langkah strategis untuk mengatasi kekeringan pada lahan pertanian karena dampak El Nino.

"Ada beberapa langkah strategis kami, salah satunya kami miliki brigade pompa air, alat mesin pertanian (alsintan), traktor besar, yang menjadi untuk dipinjamkan kepada masyarakat," kata Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba TimurHerman Hunga Njurumana dari Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur per Januari 2024, total lahan terdampak El Nino atau yang mengalami kekeringan seluas 29.112,28 hektare dari total lahan 34.678,95 hektare baik lahan irigasi, tadah hujan, maupun lahan untuk jagung dan kacang tanah.

Untuk meminimalisasi dampak yang lebih luas, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur menyiapkan brigade atau persediaan alat-alat yang bisa dipinjamkan ke kelompok tani atau masyarakat yang sedangmenanam.

Masyarakat yang kekurangan air, kata dia, bisa memanfaatkan brigade pompa air, lalu ada pula mesin panen, dan traktor besar yang dapat digunakan oleh masyarakat.

"Ada juga pembangunan sumur bor dan pemanfaatan daerah aliran sungai," ucapnya.

Hal lain yang tengah didorong oleh dinas tersebut yakni pemanfaatan lahan untuk tanaman hortikultura.

Herman mengatakan tanaman hortikultura memiliki peluang pasar yang cukup tinggi dan umur panen yang pendek.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur sedang aktif menggerakkan petani khususnya petani milenial (anak muda) untuk masuk dalam pertanian hortikultura.

"Misalnya kita punya lahan cabai untuk 1.000 pohon, lalu satu pohon menghasilkan dua kilogram, maka dikalikan sudah hasilkan berapa ton, belum lagi dikali dengan harga di pasaran saat ini kurang lebih untuk cabai itu Rp50 ribu," katanya.

Sebagai salah satu langkah minimalisasi dampak kekeringan karena El Nino, dinas setempat juga mendorong peningkatan indeks pertanaman.

Dengan adanya bantuan alsintan dan ketersediaan benih umur pendek, ia berharap, adanya peningkatan indeks pertanaman, dari satu kali tanam menjadi dua kali atau tiga kali di daerah irigasi.

"Kami juga imbau masyarakat memanfaatkan pekarangan terlebih untuk menanam tanaman lokal seperti ubi dan keladi untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.