Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Malaysia Melambat pada 2023

📅 Senin, 19 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Malaysia Melambat pada 2023 Doc: ISTIMEWA

KUALA LUMPUR - Perekonomian Malaysia tumbuh lebih lambat sebesar 3 persen secara tahun-ke-tahun pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan global yang kemudian berdampak negatif pada ekspor dan aktivitas manufakturnya.

Seperti dikutip dari Antara, Bank Sentral Malaysia pada akhir pekan lalu mengumumkan bahwa ekonomi Malaysia selama setahun penuh turun menjadi 3,7 persen pada 2023 dari 8,7 persen pada 2022, di tengah tantangan perdagangan global.

Bank Sental Malaysia atau Bank Negara Malaysia (BNM) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pertumbuhan menjadi moderat di tengah lingkungan eksternal yang menantang, terutama disebabkan oleh perdagangan global yang melambat, penurunan teknologi global, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour, mengatakan ekspor masih lemah selama kuartal ini karena melemahnya permintaan eksternal yang berkepanjangan di tengah kuatnya impor.

Pengeluaran Domestik

BNM mengatakan bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi yang solid diperkuat oleh posisi eksternal yang tangguh. Secara rinci, ekonomi Malaysia mengalami ekspansi sebesar 3 persen pada kuartal keempat 2023, seiring pengeluaran rumah tangga yang didukung oleh membaik nya kondisi pasar tenaga kerja dan meredanya tekanan biaya.

Menurut BNM, pertumbuhan pada 2024 akan didorong oleh pengeluaran domestik yang kokoh dan peningkatan permintaan eksternal. Melambungnya pertumbuhan perdagangan global, bersama dengan peningkatan teknologi dan perbaikan yang terus berlanjut di sektor pariwisata akan memberikan dukungan pada ekspor Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

48 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.